Nasional | KAUMY Bangun Basis Data Alumni UMY

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Keluarga Alumni Univestitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY) membuat basis data alumni UMY di seluruh Indonesia dan luar negeri. Dengan jumlah alumni UMY sebanyak 29 ribu orang, diharapkan KAUMY mampu membangun jejaring  alumni yang solid.

Ketua Umum KAUMY Husni Amriyanto mengatakan jumlah alumni yang sudah demikian banyak ini dapat dikonsolidasikan untuk dikembangkan ke arah koneksitas antar alumni. Koneksitas dapat dibangun dari berbagai macam basis yang dimiliki, di antaranya  profesi, fakultas, daerah, dan angkatan.

“Sehingga mahasiswa yang baru lulus dan kembali ke daerah dapat mengetahui keberadaan alumninya berikut profesinya,” kata Husni  usai “Rapat Kerja Nasional  KAUMY”, Ahad (10/3).

Dia menegaskan, jejaring KAUMY yang dimaksud tersebut, jangan hanya identik dengan mengumpulkan jejaring antar-alumni yang sudah berhasil dan sukses karirnya. Jejaring itu hendaknya justru lebih didedikasikan untuk membantu alumni-alumni yang sebagian besar masih berada pada fase “berjuang” atau bahkan “bertahan hidup”.

Jejaring KAUMY, kata alumnus UMY angkatan 1994 ini, harus lebih menunjukkan manfaatnya bagi seluruh alumni.

Mantan wakil rektor UMY ini mengatakan KAUMY ditujukan sebagai wadah bersama bagi puluhan ribu alumni UMY untuk membangun kemaslahatan bagi seluas-luasnya alumni UMY di mana pun mereka berada. Sehingga, KAUMY juga diharapkan menjadi saluran bagi para alumni yang telah eksis, untuk memberi sumbangsih bagi sesama alumni.

Menurut Husni, potensi alumni UMY yang tersebar di berbagai bidang profesi di seluruh penjuru tanah air dan luar negeri merupakan asset penting bagi perkembangan almamater jika dapat dikelola secara optimal. “Sinergi antara UMY dan KAUMY mampu menawarkan inisiatif strategis bagi pengembangan UMY,” kata  Husni,

Husni yang juga lulusan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI  ini mengakui banyak alumni yang sudah sukses, tapi lebih banyak lagi yang sedang melalui jurang terjal, tembok tebal, dan tebing yang tinggi di rimba raya kehidupan.

Perjuangan alumni itu tetap membanggakan dan dapat dipahami sebagai proses menjalani kehidupannya. “Hal tersebut kian meyakinkan saya akan pentingnya untuk saling terhubung di antara alumni, agar bisa saling mendukung,” ujar dosen UMY yang dikenal akrab dengan mahasiswa ini.

Koneksitas alumni, terang Husni, juga akan mengefektifkan upaya bersama untuk memberi sumbangsih bagi almamater dan persyarikatan Muhammadiyah. Selama ini memang sudah ada alumni yang menyumbangkan beragam bentuk sumberdaya yang mereka punya bagi almamater dan persyarikatan, meski belum optimal dan belum massif.

Kebanyakan sumberdaya itu didapat melalui posisi alumni yang bersangkutan di tempatnya bekerja. “Semangat memberi sudah terpatri, namun belum diorganisir secara optimal.”