Nasional | Kabar Ibas Terima Dana Hambalang, Bukan Barang Baru

Jakarta, GATRAnews – Wartawan senior Budiarto Shambazy menegaskan, kabar Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhi Baskoro “Ibas” Yudhoyono menerima aliran dana bukanlah hal baru, karena itu pernah diungkapkan Muhammad Nazaruddin yang tak lain mantan kolega di partai bernuansa biru tersebut. “Jauh-jauh hari sebelum ini terjadi (Anas berstatus tersangka-Red.), ingat lho Nazaruddin bahkan menyebut Sekjen Partai Demokrat terima uang. Jadi masalah Ibas itu sudah lama, eggak ada yang baru,” kata Shambzy dalam diskusi bertajuk “Panas Efek Anas” di Jakarta Pusat, Sabtu, (2/3).

 

Seperti diketahui, dalam suatu wawancara dengan televisi swasta, Anas pernah mengatakan, benar tidaknya putra SBY itu menerima dana dari proyek Hambalang, Anas mempersilakan media menanyakannya kepada Amir Syamsuddin. Pengacara itu juga merupakan anggota Majelis Tinggi mengaku pernah mengklarifikasi masalah itu kepada Ibas pada satu pertemuan di Cikeas menjelang Nazaruddin buron ke luar negeri. Kepada media massa, Amir juga sempat membantah hal tersebut.

 

Namun itu tak menyurutkan kabar yang menyeret Ibas dalam kemelut Hambalang. Betapa tidak beredar dokumen di kalangan wartawan yang disebut-sebut berasal dari PT Anugrah Nusantara milik Muhammad Nazaruddin. Dokumen itu berupa data keuangan milik Yulianis, Direktur Keuangan PT Anugrah. Nah, dokumen itu menyebutkan ada sejumlah dana yang mengalir yang ditujukan kepada Ibas.

 

Aliran dana itu terbagi dalam empat tahap. Pertama, pada 29 April 2010 sebesar US$ 200.000 atau setara Rp 1.806.000.000 (kurs Rp 9.030). Uang tersebut dialirkan kepada Ibas dalam dua tahap. Tahap pertama Rp 903.000.000 dan jumlah yang sama pada tahap kedua.

 

Kemudian disebutkan juga, ada aliran dana pada 30 April 2010. Pada tanggal itu juga, pada dokumen itu juga tertera aliran uang sebanyak dua kali dengan total Rp 1.806.000.000. Walhasil, seluruh dana yang dialirkan kepada Ibas mencapai Rp 3.612.000.000.

 

Benarkah semua tudingkan itu? Ibas membantah keras. Ditegaskan, tudingan Nazaruddin itu 1000 persen tidak benar karena dia mengaku tidak menerima uang sejumlah itu. Ibas juga menyebutkan tudingan tersebut tidak berdasar dan hanya  menjadi alat politik pihak-pihak tertentu yang tidak senang dengan keberadaan Partai Demokrat.(IS)