Nasional | Jelang Pemilu 2014, Waspada Pencitraan

Jelang Pemilu 2014, Waspada Pencitraan

Sejumlah Ketua umum Partai berfoto bersama dengan membawa no urut usai Pengundian nomor urut parpol peserta Pemilu 2014 di Kantor KPU, Jakarta, Senin (14/1).

, JAKARTA — Jelang pergantian kepemimpinan nasional, perguruan tinggi dan kaum cendikiawan diminta ikut bertanggung jawab memberikan pendidikan politik pada masyarakat agat tak salah memilih calon pemimpin.

“Dengan tingkat pendidikan dan kesadaran politik masyarakat yang masih relatif rendah dan formalistik, para ‘opinion leader’ dan kalangan cendekiawan bertanggung jawab membentuk opini publik untuk menaikkan akseptabilitas dan elektabilitas,” ujar Rektor UII, Edy Suandi Hamid.

Menurut Edy, tanggung jawab cendekiawan itu penting, karena figur pemimpin yang amanah pasti tidak akan menaikkan akseptabilitas dan elektabilitasnya dengan cara-cara instan dengan memunculkan citra sendiri sebagai manusia super.

“Pencitraan itu dilakukan melalui kampanye dan iklan yang bombastis yang didukung oleh pendana, yang saat kemenangan akan menuntut balik atas dana yang telah dikeluarkan,” ujarnya menganalisis.

Karenanya, Edy menuturkan semua yang memiliki akses ke publik pemilih, seharusnya memberikan pendidikan politik. Caranya dengan menjual tokoh berkarakter dan punya rekam jejak baik untuk ‘dipasarkan’ dalam rangka menaikkan akseptabilitas dan elektabilitasnya.

“Hal itu penting agar kondisi ‘status quo’ dalam menajemen pemerintahan itu bisa berubah dengan memunculkan pemimpin nasional yang baru, yang bisa memperbaiki bangsa ini,” katanya mengakhiri.