Nasional | Jangan Sampai SBY-Boediono Lengser 2014

Jangan Sampai SBY-Boediono Lengser 2014
Minggu, 03 Maret 2013 , 22:24:00 WIB

Laporan: Samrut Lellolsima

  

RMOL. Kesibukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam menyelesaikan persoalan internal Partai Demokrat membuat gerah kalangan mahasiswa. Aktivis Front Aksi Mahasiswa Indonesia (FAM-Indonesia), Wenry Anshory Putra, menilai tindakan SBY itu menambah negara makin terpuruk.

Wenry sependapat dengan mahasiswa dari berbagai elemen lainnya untuk mengakhiri pemerintahan SBY-Boediono secepatnya.

“SBY dan Boediono jangan sampai 2014. Jika ini terjadi maka Indonesia akan benar-benar terpuruk,” kata dia kepada wartawan di Jakarta, Minggu (3/3).

Wenry mengimbau seluruh mahasiswa untuk melawan segala bentuk kezaliman yang dilakukan rezim SBY-Boediono.

“Sekarang ini kita harus bangkitkan lagi semangat mahasiswa,” demikian Wenry.

Kordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Fajar Tri Nugroho, menanalogikan kondisi Indonesia saat ini bagaikan sebuah rumah yang dilanda kebakaran. Ironisnya, sang penghuni tak menyadari bahwa rumahnya akan segera hangus. Sebagai penerus bangsa, kata dia, pemuda dan mahasiswa memiliki tugas membangunkan rakyat dari ‘kebakaran hebat’.

Sementara Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Pemuda Indonesia (GMPI), Khozin Mubarok, menilai tahun 2013 adalah tahun perubahan. Karena itu generasi muda harus bergerak. Menurutnya, tujuan seluruh organisasi pemuda kini sudahlah jelas dan satu suara, yakni menurunkan Presiden SBY. Di tengah kekalutan dan nasib buruk rakyat, SBY malah menyibukkan diri dengan persoalan internal Partai Demokrat.[dem]