Nasional | ICW Desak KPK Proses Hukum Rekan Angie

Angelina Sondakh

Jakarta – Selain mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjerat terdakwa kasus korupsi Angelina Sondakh dengan pasal pencucian uang, Indonesia Corruption Watch (ICW) juga mendesak lembaga antikorupsi pimpinan Abraham Samad itu menjerat aktor-aktor lain dalam kasus korupsi terkait penganggaran di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora).

“KPK juga harus memproses aktor-aktor lain, selain Angie (panggilan akrab Angelina Sondakh) yang juga terlibat perkara suap dalam proyek di lingkungan Kempora dan Kemdiknas,” kata Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan ICW, Emerson Yuntho, Sealsa (12/3).

Seperti diketahui, dalam kasus korupsi yang melibatkan Angelina Sondakh, KPK belum menetapkan tersangka baru.

Padahal, selama proses persidangan dengan terdakwa Angelina Sondakh, saksi-saksi mengatakan bahwa uang untuk menggiring anggaran di Kemdiknas dan Kempora diserahkan ke ruang kerja Anggota Komisi X DPR dari fraksi PDI-P, I Wayan Koster.

Saksi Lutfie Ardiansyah yang merupakan kurir dari saksi Yulianis (eks Wakil Direktur Keuangan Permai Grup) mengakui menyerahkan uang Rp 5 miliar dalam dua tahap pada tanggal 5 Mei 2010, ke Wayan Koster terkait penggiringan dan penganggaran proyek Kemendiknas dan Kemenpora.

Bahkan, Luthfi memastikan bahwa uang yang dibungkus rapih dalam kardus printer dan kardus rokok tersebut telah diterima oleh Wayan Koster. Setelah diserahkan ke ruang kerja politisi PDIP tersebut, di ruang 613 lantai 6 gedung Nusantara 1 DPR.

Walaupun, menurut Luthfi, kardus berisi uang tersebut tidak diterima langsung oleh Wayan Koster. Melainkan, diterima oleh stafnya Koster Budi Supratna.

Tidak hanya menyakini diterima oleh Koster, Lutfie juga mengatakan setelah keluar dari ruangan Koster berpapasan dengan terdakwa Angelina Sondakh. Bahkan, sempat berpamitan kepada Angie yang masuk menuju ke ruangan kerja Koster.

Selain itu, Luthfi mengakui lima kali diperintahkan menyerahkan uang. Diantaranya, dua ke DPR RI (Wayan), satu kali ke Hotel Atlet Century, satu kali di PSDM dan satu lagi di Hotel Formula 1. Di mana, diduga untuk Angelina Sondakh dan Wayan Koster.

Sebelumnya, saksi Yulianis mengatakan bahwa Permai Grup (grup perusahaan milik Nazaruddin) mengalirkan sejumlah dana ke terdakwa Angelina Sondakh untuk menggiring anggaran proyek di sejumlah universitas di Kemdiknas dan anggaran proyek di Kempora.

Yulianis menjabarkan yang dimaksud proyek di Kemdiknas adalah proyek di Universitas Negeri Jakarta, Intitute Pertanian Bogor, Universitas Sriwijaya, Universitas Sudirman, Universitas Malang, Universitas Agung Tirtayasa, Universitas Mataram, Universitas Udayana, Universitas Airlangga, Institute Teknologi Semarang, Universitas Jambi dan Universitas Sumatera Utara.

Bahkan Yulianis mengungkapkan bahwa mengeluarkan sejumlah uang brdasarkan 16 usulan di tahun 2010 untuk Angelina Sondakh dan Wayan Koster selaku anggota dewan yang duduk di Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. (N-8)