Nasional | Hartati: 3 Surat Bupati Buol Tidak Ada Gunanya



Jakarta – Siti Hartati Murdaya membantah dakwaan jaksa penuntut umum yang mengaitkan tiga surat rekomendasi dari Bupati Buol Amran Batulipu untuk pengurusan ijin usaha perkebunan PT Hardaya Inti Plantation (HIP) dengan suap Rp 3 miliar yang didakwakan kepadanya. Tiga surat tersebut sama sekali tidak ada relevansinya.

Di dalam pledoinya, Hartati menjelaskan surat rekomendasi Amran perihal izin usaha perkebunan atas nama PT Cipta Cakra Murdaya, surat Amran kepada Kepala Badan Pertahanan Nasional perihal permohonan kebijakan hak guna usaha atas nama PT CCM. Juga ada surat Amran kepada Direktur PT Sebuku Inti Plantation, tidak dibutuhkan PT HIP.

“Dikarenakan PT HIP punya izin-izin lengkap, izin lokasi, izin usaha perkebunan. Saat ini PT HIP hanya menunggu klarifikasi BPN. Dengan demikian dapat dibuktikan ketiga surat bupati, tidak ada gunanya, tidak menciptakan hak atas lahan baru, tidak dapat digunakan oleh PT HIP karena bukan prasyarat untuk penerbitan HGU,” terang Hartati di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (21/1/2013).

“Keseluruhannya tidak ada kaitannya dengan sumbangan pilkada Bupati Buol,” tegas dia.

Hartati menerangkan, Amran berulang kali meminta sumbangan kepada dirinya. “Jika permintaan sumbangan tidak disetujui maka pabrik akan diganggu keamanannya,” ungkap Hartati tentang ‘ancaman’ dari Amran.

Untuk mencegah gangguan keamanan di pabrik, Hartati menyiapkan Rp 1 miliar sebagai dana corporate social responsibility (CSR). Tapi di dalam pelaksanaanya, dana tersebut kata Hartati diberikan ke Amran untuk sumbangan Pilkada oleh anak buahnya Totok Lestiyo.

“Saya tidak pernah memerintahkan atau memberi izin penyerahan uang kepada Amran. Dana Rp 1 miliar bukan untuk Amran, melainkan CSR,” ujar Hartati.

(fdn/lh)