Nasional | Harga Daging Sapi Rp 94 Ribu/ Kg, DIY Dekati Pejagal Sapi

Harga Daging Sapi Rp 94 Ribu/ Kg, DIY Dekati Pejagal Sapi

Daging sapi (ilustrasi).

, YOGYAKARTA — Harga daging sapi di DIY terutama di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Bantul masih sekitar Rp 94 ribu per kilogram. Padahal operasi pasar daging di Yogyakarta sudah dilakukan sejak Sabtu lalu (red. 19/1).

“Namun target OP daging ini bukan konsumen, melainkan pedagang bakso, soto dan lain-lain. Hasilnya bagus. Dengan OP ini para pedagang tersebut bisa membeli daging sapi lebih murah yakni Rp 85 ribu per kilogram,” kata Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) DIY Retno Setijowati pada wartawan, di Kepatihan Yogyakarta, Kamis (24/1).

Operasi pasar daging sapi dengan dana dari CSR Bank Indonesia Yogyakarta ini berlangsung sampai Sabtu (26/1). Rata-rata setiap harinya mampu menjual daging sapi sekitar 4-5 ekor sapi.  

Sebagaimana diberitakan di pekan lalu, Retno mengemukakan naiknya harga daging karena ada isu nasional bahwa ada keinginan dari kalangan importir untuk membuka kran impor ternak/ daging sapi. Kemudian disebarkan isu bahwa ternak sapi langka. 

“Padahal saya sudah berkeliling ke Kabupaten Gunungkidul ternak sapi tersedia cukup,” ungkap dia.

Menurut Retno, dengan tingginya harga daging sapi tersebut, margin keuntungan terbesar ada di pejagal. “Delapan pejagal sapi yang baru di Segoroyoso Bantul menginginkan harga sapi naik Rp 8 ribu per kilogram.  

Sebetulnya Ketua Asosiasi Pejagal Sapi (red.Ilham) tidak ingin menaikkan harga sapi di pejagal. “Kemudian pada Rabu kemarin, kami dari TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) melakukan pendekatan kepada pejagal sapi di Bantul supaya mereka mau menurunkan margin keuntungan,” tutur Retno yang juga anggota TPID DIY ini.

Dikatakan dia, karena asosiasi penjagal juga ada di Sleman, pihaknya akan melakukan pendekatan kepada pejagal sapi di Sleman , Jumat ini (25/1). “Pejagal di Bantul sudah bersedia menurunkan margin keuntungan, sehingga harga daging bisa turun,” tutur mantan Sekretaris Kepala Dinas Pertanian DIY ini.

Langkah selanjutnya agar harga daging tidak tinggi, kata Retno, Pemerintah DIY harus mampu menciptakan pasar kedua. “Hal ini sudah saya komunikasikan dengan Dinas Pertanian DIY. Karena selama ini pedagang daging sapi di DIY sebagian besar tergantung pada pasar daging di Segoroyoso Bantul. Sehingga ketika bisa menciptakan pasar lain, harapannya harga daging sapi akan imbang,” jelas dia.