Nasional | DPR Desak KNKT Selidiki Penyebab Kecelakaan Maut Bus Pariwisata

DPR Desak KNKT Selidiki Penyebab Kecelakaan Maut Bus Pariwisata
Kamis, 28 Februari 2013 , 16:54:00 WIB

Laporan: Zulhidayat Siregar

MULYADI

  

RMOL. Anggota DPR prihatin atas kecelakaan bus pariwisata Mustika Mega Utama yang menabrak tebing di Kampung Pengkolan, Ciloto, Cianjur, Jawa Barat merenggut 17 nyawa Rabu kemarin. Karena itu, DPR meminta keterangan intansi terkait yang berhubungan dari kecelakaan tersebut seperti Kementrian Perhubungan dan Korlantas Polri.

“Tentunya kita sangat prihatin dengan musibah kecelakaan tersebut apalagi menewaskan banyak orang. Terlebih kecelakaan tersebut lantaran kelalaian dari pengemudi dan kondisi kendaraannya yang tidak layak jalan. Karena itu kita harapkan pihak berwajib harus segera menindaklanjuti kecelakaan tersebut,” ujar Wakil Ketua Komisi V Mulyadi (Kamis, 28/2).

Tidak hanya menyoroti kecelakaan maut di Ciloto, politisi Partai Demokrat itu juga menyoroti maraknya kecelakaan yang rentang waktu hanya 5 hari, yaitu dua kecelakaan bus maut terjadi di Cianjur dan menewaskan sekurangnya total 32 orang. Atas peristiwa itu pula, Mulyadi meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) harus ekstra ketat mengevaluasi kelayakan kendaraan terutama angkutan umum dan jasa angkutan.

Di samping itu pula DPR meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) ikut terlibat menyelidiki penyebab kecelakaan yang marak belakangan ini.

“Maraknya kecelakaan di darat KNKT harus segera turun tangan. Dan kita harapkan Kementerian Perhubungan harus benar-benar selektif kepada jasa kendaraan seperti persiapan kendaraan jenis penumpang. Ditunjang juga selektif para jasa kendaraan penumpang terhadap sopirnya,” tegas Mulyadi.

“Harapan kita pada Kementrian Perhubungan ke depan regulasi perizinan operasi kendaraan bermotor harus lebih ketat lagi diberlakukan, salah satunya ijin menjadi sopir dan ijin layaknya kendaraan sebagai kendaraan penumpang. Apalagi jenis kendaraan penumpang yang jaraknya cukup jauh paling tidak harus benar-benar diperhatikan kendaraannya. Apalagi maraknya kecelakaan lantaran kondisi kendaraan rem blong rem tangan mati dan sebagainya dan juga sopir mengantuk,” ujar Mulyadi.

Tidak hanya itu juga agar kecelakaan tak terjadi kembali. Disisi lain-lain rambu-rambu wilayah yang sekirang rawan kecelakaan harus benar-benar diperhatikan seperti penerangan jalan, rambu-rambu dan penunjuk.

“Ke depan koordinasi antara Kementrian Perhubungan dengan Korlantas kepolisian harus pula ditingkatkan kembali seperti memperhatikan rambu-rambu jalan baik penerangan dan sebagainya,” demikian Mulyadi. [zul]