Nasional | Disinggung Aliran Dana Simulator SIM, Mekeng: Saya Enggak Tahu

Disinggung Aliran Dana Simulator SIM, Mekeng: Saya Enggak Tahu

(FOTO ANTARA/Andika Wahyu)

Liputan6.com, Jakarta : Mantan Ketua Banggar DPR Melchias Markus Mekeng menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemeriksaan terkait dugaan kasus suap Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) untuk sejumlah kabupaten di Aceh.

Saat dimintai tanggapan terkait dugaan kasus Simulator SIM yang mengalir ke sejumlah anggota DPR, politikus Partai Golkar yang kini menjabat anggota Komisi XI itu enggan berkomentar. Ia menyebut kedatangan ke KPK hanya sebagai saksi terkait kasus Wa Ode Nurhayati, terdakwa kasus dugaan suap DPID.

“Saya tidak tahu, hanya diperiksa mengenai kasus Wa Ode,” ujar Mekeng sebelum berlalu meninggalkan Gedung KPK menggunakan mobil Mitsubishi Pajero Sport bernomor polisi B 127 PRD, Jakarta Selatan, Rabu (13/3/2013).

Mekeng yang hadir didampingi sejumlah stafnya itu diperiksa hampir sekitar 5 jam. Mekeng meninggalkan KPK sekitar pukul 14.15 WIB.

Dalam kasus yang sama, KPK juga kembali memeriksa Wa Ode. Keduanya, diperiksa sebagai saksi untuk tersangka politisi Golkar Haris Surahman.

Wa Ode pernah menyebut Ketua DPR Marzuki Alie mendapat aliran dana senilai Rp 300 miliar dalam kasus DPID. Politisi PAN itu juga menyatakan Mekeng pernah menerima dana Rp 250 miliar dari proyek DPID. Dia menyebut hal itu sebagai jatah konstitusional. Wa Ode mengetahui keterlibatan Mekeng didasari berkas pemeriksaan tenaga ahli Banggar DPR, Nando.

Dengan mengutip kesaksian Nando, Wa Ode menyatakan 4 pimpinan Banggar DPR menerima jatah Rp 250 miliar. Sedangkan Marzuki Alie menerima Rp 300 miliar. Adapun 3 wakilnya, Anis Matta, Priyo B Santoso, serta Pramono Anung menerima Rp 250 miliar.(Ais)