Nasional | Diperiksa Komite Etik, Syarief Hasan: Ngomongin Hukum-Politik

Diperiksa Komite Etik, Syarief Hasan: Ngomongin Hukum-Politik

(Liputan 6.com/danu baharuddin)

Liputan6.com, Jakarta : Komite Etik KPK meminta keterangan Menteri Koperasi dan Usaha kecil Menengah (UKM) Syarief Hasan terkait dugaan kebocoran surat perintah penyidikan (sprindik) yang di dalamnya tercantum nama Anas Urbaningrum sebagai tersangka kasus Hambalang.

Suami dari anggota Komisi VIII DPR Ingrid Kansil itu diperiksa selama lebih dari satu jam oleh 5 anggota Komite Etik. Selama itu pula kata Syarief, selain menjelaskan soal sprindik, mereka juga membahas masalah hukum dan politik.

“Banyak (pertanyaan yang diajukan Komite Etik). Tapi kebanyakan ngomongin masalah hukum dan politik,” ujar Syarief di gedung KPK, Jakarta, Jumat (8/3/2013).

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat itu diperiksa lantaran pernyataannya di media bahwa sudah mengetahui status hukum Anas sebelum ada pernyataan resmi KPK.

KPK membentuk Komite Etik untuk menelusuri dugaan bocornya draft sprindik tersebut. Komite Etik ini diisi lima orang yang diketuai Anies Baswedan.

Dokumen draf sprindik untuk Ketua Umum Partai Demokrat yang mengundurkan diri itu sudah beredar sejak 8 Maret 2013 sebelum KPK secara resmi mengumumkan Anas sebagai tersangka. (Yus)