Nasional | Demokrat Siapkan Tim Pelaksana KLB

Jakarta, GATRAnews – Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Jero Wacik mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan tim penyelenggara Kongres Luar Biasa (KLB) untuk memilih ketua umum baru yang baru ditinggalkan Anas Urbaningrum.

“Sudah disiap, tentu KLB-nya sebelum tanggal 9 April. Tanggalnya kita umumumkan nanti,” kata Jero, usai menghadiri penganugerahan doktor honoris causa Taufiq Kiemas, di Gedung Nusantara IV DPR RI, Jakarta, Minggu (10/3).

Saat disinggung kesiapan dirinya jika dicalonkan menjadi kandidat calon ketua umum, Jero mengatakan, hal itu diserahkan sepenuhnya kepada kader jika memang menginginkannya sebagai ketua umum. “Tentunya, terserah orang-orang (kader, Red.).”

Seperti diberitakan, posisi ketua umum Partai Demokrat masih kosong, setelah pengunduran diri Anas Urbaningrum, menyusul penetapan dirinya sebagai tersangka kasus korupsi proyek pusat sekolah olah raga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Sesuai UU Pemilu, Daftar Calon Legislatif yang diserahkan partai harus ditandatangani ketua umum dan seretaris jenderal partai.

Anas Urbaningrum langsung menyatakan mundur dari jabatannya sehari setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dirinya sebagai tersangka korupsi Hambalang.

“Karena saya status tersangka, meski itu akibat politik, saya punya standar etika pibadi, kalau saya akan berhenti sebagai Ketum Demorat, ini bukan soal jabatan dan posisi, ini sesuai etika pribadi saya,” kata Anas saat menggelar konferensi persnya di DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2).

Menurut dia, pengunduran dirinya itu sejalan dengan pakta integritas yang ditandatanganinya seminggu lalu di kantor ini. Namun, Anas megaskan, jika dirinya tak menandtangani pakta itu pun, jika menjadi tersangka ia akan mengundurkan diri.

“Ini cocok sesuai dengan pakta integritas yang diterapkan Partai Demokrat. Seminggu lalu saya tandatangani pakta integritas itu di kantor ini. Dengan dan tanpa pakta itu pun saya berhenti sebagai Ketua Umum Partai Demokrat,” tegasnya.

Setelah menyatakan mundur, Anas memohon maaf kepada seluruh kader yang memilihnya sebagai Ketua Umum pada Kongres Partai Demokrat di Bandung, Jawa Barat, karena tidak bisa melanjutkan amanah yang diberikan kepadanya.

Ditegaskan Anas, sebenarnya tidak ingin mengundurkan diri di awal tahun 2013. Pasalnya, dirinya telah melaksanakan amanat tersebut secara sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.

“Saya tidak merencanakan berhenti, sepanjang sebagai Ketum, saya jalankan amanat secara sungguh-sungguh, meski ada kekurangan dan kelebihan. Tapi itu saya jalankan secara penuh konsentrasi karena itu panggilan jiwa politik saya. Selama 2,5 tahun lebih semua jalankan secara penuh tanggung jawab dan konsentrasi,” pungkasnya. (IS)