Nasional | Demokrat: Rotasi Fraksi Bukan Bersih-Bersih Kubu Anas

Demokrat: Rotasi Fraksi Bukan Bersih-Bersih Kubu Anas

(FOTO ANTARA/Wahyu Putro A)

Liputan6.com, Jakarta : Setelah Anas Urbaningrum selaku Ketua Umum Partai Demokrat mundur akibat tersangkut kasus gratifikasi Hambalang, PD segera melakukan perbaikan-perbaikan. Salah satunya dengan perombakan Fraksi di DPR. Ketika dikonfirmasi apakah perombakan Fraksi merupakan bentuk lain dari penyingkiran para kubu Anas di DPR, Demokrat membantahnya.

“Yang saya dengar langsung dari ketua majelis tinggi partai yaitu Pak SBY, tidak ada bersih-bersih faksi siapapun. Artinya itu tidak benar,” ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assenggaf di Komplek Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/3/2013).

Menurut Nurhayati, rotasi merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh Demokrat.

“Ini adalah agenda rutin. Jadi bukan suatu yang luar biasa, kita akan menyikapi karena fraksi adalah kepanjangan dari DPP,” tuturnya. Jadi kita tunggu kalau memang ada arahan dari DPP yang sekarang dipegang oleh 4 itu dan harus berkonsultasi dengan kebijakan majelis partai, artinya keputusan dari kebijakan ketua majelis partai kami akan lakukan perombakan fraksi,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Ramadhan Pohan pun menyatakan perombakan fraksi bukanlah sebagai pelengseran kubu Anas secara halus.

Bahkan Ramadhan menegaskan tidak melihat adanya kubu-kubu di dalam tubuh Demokrat.

“Saya tak lihat ada faksi. Saya bersama Pak Saan kalau faksi Anas, saya setiap saat bersama Mas Saan. Kalau Pak Achsanul dan Pak Marzuki, saya tiap hari berkomunikasi sama beliau, apalagi soal Century. Banyak penumpang gelap, ada yang ingin ngambil kesempatan dari kesempitan dari parpol lain, seperti Yani PPP tidak jelas juntrungannya. Apa ini sebuah pengkhianatan? Saya sih menganggap ini memang begitu,” tegasnya. (Tnt)