Nasional | Demokrat Janji Selektif Rekrut Caleg yang Berjiwa Anti-Korupsi


Saan Mustopa (dok. detikcom)

Jakarta – Setiap partai politik (parpol) diimbau untuk mengajukan calon legislatif (caleg) yang lebih berintegritas dan lebih intelek dalam pemilu 2014 mendatang. Menanggapi hal ini, Partai Demokrat menjanjikan rekrutmen caleg yang lebih selektif, termasuk dengan menyelidiki rekam jejak masing-masing caleg.

“Intinya pandangan sama, kami juga ingin ke depan calon memiliki integritas tinggi dan kapabiltas tinggi, sehingga potensi negatif yang membuat politisi tersangkut masalah bisa diatasi,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal (Wassekjen) Partai Demokrat, Saan Mustopa saat berbincang dengan detikcom, Kamis (23/1/2013).

Lebih lanjut, Saan menjelaskan, rekrutmen caleg dalam tubuh Demokrat didasarkan pada sistem yang sudah berjalan. Proses rekrutmen, menurut Saan, akan dilakukan dengan sangat objektif dan sangat selektif.

“Memiliki integritas tinggi, tidak hanya moralitas, tapi juga etika yang baik. Kemudian track record mereka juga akan diinvestigasi,” terangnya.

Menurut Saan, ada dua hal utama yang diinvestigasi dalam setiap proses rekrutmen. Pertama, lanjut Saan, apakah caleg tersebut pernah melakukan perbuatan tercela, baik dari segi moral maupun kriminal. Kedua, apakah caleg tersebut pernah melakukan korupsi.

“Investigasi masa lalu mereka,” ucapnya.

Saan menyadari, citra Demokrat di mata masyarakat tidak begitu baik. Terlebih, akhir-akhir ini Demokrat sering menjadi sorotan dalam kasus korupsi yang ditangani KPK.

“Ke depan, kita tidak mau kekeliruan lagi, kita akan memulihkan kepercayaan publik dengan cara itu tadi,” tegas Saan.

Ketua KPK Abraham Samad mengharapkan agar parpol merekrut caleg yang berintegritas dan mempunyai kemampuan spritualitas intelektual. Hal ini merujuk pada banyaknya anggota dewan yang diseret ke pengadilan oleh KPK.

Sejak KPK berdiri pada tahun 2002 sampai saat ini, tak ada satupun terdakwa yang dihadirkan KPK, dibebaskan oleh pengadilan. Terakhir, Angelina Sondakh diputus bersalah dan dijatuhi hukuman 4,5 tahun oleh pengadilan tipikor Jakarta.

Hal ini cukup mengkhawatirkan menjelang pemilu legislatif yang semakin dekat. Terlebih pada April tahun ini Parpol harus sudah menyerahkan nama Caleg ke KPU. Saat ini, sebanyak 10 partai politik nasional yang menjadi peserta pemilu mulai disibukkan dengan persiapan penyusunan daftar calon anggota legislatif yang akan diusung masing-masing partai.

Pada tanggal 9-15 April 2013 mendatang, seluruh partai diharuskan menyerahkan daftar calon sementara (DCS). Setelah itu, KPU akan melakukan verifikasi caleg pada 16-22 April 2013. Penetapan daftar caleg tetap untuk tingkat DPR akan dilakukan pada 4 Agustus 2013.

(nvc/rvk)