Nasional | Choel Mallarangeng Kembali Diperiksa KPK

Choel Mallarangeng

Jakarta – Andi Zulkarnaen Mallarangeng atau Choel kembali menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek pusat pelatihan pendidikan dan sekolah olahraga nasional Bukit Hambalang, Jawa Barat.

Choel tampak hadir di gedung KPK pukul 10.12 WIB dengan didampingi oleh kakaknya, Rizal Mallarangeng.

“Saya datang menghadiri panggilan KPK yang ketiga masih untuk tersangka sebelumnya, yaitu Pak Deddy Kusdinar dan Andi Mallarangeng,” kata Choel di kantor KPK, Senin(4/3).

Choel berasumsi pada pemeriksaan hari ini ia akan kembali diklarifikasi soal penerimaan sejumlah uang dari tersangka kasus ini yaitu Deddy dam juga pemilik PT Global Daya Manunggal, salah satu perusahaan subkontraktor proyek Hambalang, Hrman Prananto.

“Hari ini kemungkinan saya belum tahu pastinya apa yang ditanyakan penyidik, tapi pastinya klarifikasi atas pernyataan saya sebelumnya bersama KPK untuk pengembalian dana yang saya maksud sebelumnya,” kata Choel.

Terkait uang yang diterimanya tersebut, Choel mengaku ia sudah mengembalikannya ke KPK pada pekan lalu. Soal besaran uang yang dikembalikan, Choel enggan memberitahukan.

“Nanti KPK yang akan menyampaikan,” kata Choel.

Jumat (25/1) Choel menjalani pemeriksaan di KPK. Usai diperiksa, Choel mengaku pernah menerima sejumlah uang dari Deddy Kusdinar. Akan tetapi uang tersebut diklaim Choel tidak memiliki kaitan dengan kasus Hambalang. Menurut Choel uang tersebut adalah hadiah ulang tahun ia dan anaknya pada 28 Agustus tahun 2010 silam. Soal jumlah, Choel menyebut hadiah berupa uang dari Deddy tersebut dalam jumlah yang besar.

Selain menerima uang dari Deddy, Choel juga mengaku menerima hadiah ulang tahun berupa uang dari Herman Prananto yang merupakan pemilik PT Global Daya Manunggal, salah satu perusahaan subkontraktor proyek Hambalang.

M Nazaruddin, mantan Bendahaar Umum Partai Demokrat pernah mengeluarkan testimoni soal penerimaan uang oleh Andi Mallarangeng melalui adik Andi bernama Zulkarnain “Choel” Mallarangeng.

“Kan memang yang terlibat dalam proyek Menpora pasti Menpora dan memang Menpora yang terima uang kok. Diterima lewat adiknya Coel Mallarangeng. Itu memang benar,” kata Nazaruddin di kantor KPK, awal Mei tahun lalu.

Menurut Nazaruddin uang itu diterima Andi dari rekanan pengadaan proyek Hambalang, yaitubPT Adhi Karya.

“Dari PT Adhi Karya lah,” kata Nazaruddin.

Desember lalu,  KPK menetapkan Andi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi  pembangunan, pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana  olahraga di Hambalang tahun anggaran 2010-2012.

Andi ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga dan Pengguna Anggaran proyek Hambalang.

Andi disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 Undang-Undang No. 30/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Pasal 3 mengatur soal penyalahgunaan kewenangan yang meyebabkan kerugian negara. Sementara pasal 2 ayat 1 melakukan pelanggaran hukum yang menguntungkan diri sendiri atau orang lain.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan surat perintah cegah terhadap Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Malarangeng.

Terkait kasus ini, KPK menetapkan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Deddy Kusdinar sebagai tersangka kasus pengadaan pembangunan sarana dan prasarana Pusat Pelatihan dan Olahraga Bukit Hambalang, Jawa Barat.

Deddy ditetapkan tersangka terkait jabatannya dulu sebagai Kepala Biro Perencanaan Kemenpora. Deddy diduga telah menyalahgunakan kewenangannya sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK).

Kepada Deddy, KPK menyangkakan pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-Undang No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

KPK mulai menyelidiki kasus Hambalang sejak Agustus 2011. Setidaknya ada dua peristiwa yang terindikasi korupsi dalam proyek Hambalang yangg ditaksir KPK mencapai Rp2,5 triliun.

Pertama, pada proses penerbitan sertifikat tanah Hambalang di Jawa Barat. Kedua, pengadaan proyek Hambalang yang dilakukan secara multi years.

Pengadaan proyek Hambalang ditangani Kerjasama Operasi (KSO) PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya.