Nasional | BNN Diminta Terbuka dalam Kasus Penangkapan di Rumah Raffi Ahmad

Jakarta – Raffi Ahmad dan 16 orang lainnya diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Minggu (27/1) pagi karena diduga terlibat pesta narkoba. BNN diharapkan dapat bekerja profesional.

“Saya berharap BNN bekerja profesional, tidak tergoda untuk merekayasa kasus, selalu terbuka dan independen, dalam arti bebas dari intervensi siapapun juga,” kata praktisi hukum M Nasser saat dihubungi detikcom, Senin (28/1/2013).

Anggota Kompolnas ini menyatakan penanganan kasus Raffi ini tidak boleh ada diskriminasi. Penangkapan diungkap secara jujur, terbuka, dan sedapatnya berdimensi edukasi pada masyarakat.

“Seharusnya tidak ada diskriminasi pada seluruh warga termasuk artis dan politikus. Kita berharap penangkapan diungkap secara jujur, terbuka dan sedapatnya bertumpu tidak saja pada penegakan hukum tetapi juga berdimensi edukasi pada masyatrakat,” ujar Nasser.

Seperti diketahui sebelumnya, BNN melakukan penggerebekan rumah Raffi Ahmad di Jalan Gunung Balong, Lebak Bulus, Jaksel. Menurut ketua RT setempat, penggerebekan berlangsung dari pukul 05.30 WIB hingga pukul 08.30 WIB.

Hasil dari penggerebekan polisi mengamankan 17 orang beserta barang bukti berupa dua linting ganja dan 14 butir pil ekstasi. Hingga 2X24 jam pemeriksaan, BNN belum menetapkan satu tersangka pun dalam kasus ini. Tujuh orang dinyatakan positif mengkonsumsi zat baru.

(fjr/bal)