Nasional | Anas Urbaningrum Diminta Fokus ke Proses Hukum

Anas Urbaningrum Diminta Fokus ke Proses Hukum

Anas Urbaningrum (Antarafoto/Dhoni Setiawan)

Liputan6.com, Jakarta : Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum diminta untuk berkonsentrasi menghadapi masalah hukum. Anas juga diharapkan tidak menyampaikan pernyataan yang bukan terkait dengan proses hukum.

“Hadapilah masalah hukum, dan masalah status tersangka bukanlah the end of the world bagi dia,” kata Sekretaris Kabinet Dipo Alam di Jakarta, Kamis (28/2/2013).

Dalam kesempatan itu, Dipo juga menilai pandangan Anas sebagai anak yang tidak dikehendaki tidak tepat. “Bapak Presiden tetap sebagai bapak, jadi saya kira tidak mungkin Presiden punya sesuatu anggapan bahwa bung Anas itu sebagai unwanted child, apalagi abandoned child tidaklah (benar-red) sama sekali,” ucap Dipo.

Sebagai sesama alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Dipo menyatakan telah menasihati Anas dalam masalah ini. “Bahwa dinamika politik di Partai Demokrat itu ada, saya tidak mewakili Partai Demokrat. Tapi saya berbicara sebagai kakak, sebagai alumni HMI,” ujar Dipo.

Anas mengumumkan pengunduran diri di Kantor DPP Demokrat pada Sabtu 23 Februari lalu sehari setelah ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus proyek Hambalang. Saat itu Anas menyatakan kasus yang menjeratnya ini terkait dengan Kongres Partai Demokrat 2010 yang dimenangkannya. Namun, Anas merasa dia tidak diharapkan di Partai Demokrat.

“Ibarat bayi yang lahir, Anas adalah bayi yang lahir tidak diharapkan,” imbuh Anas.

Sebelumnya, Anas disebut-sebut menerima Toyota Harrier dari rekanan proyek Hambalang. Mobil mewah itu diterima saat Anas masih menjabat Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR atau sebelum menjabat Ketua Umum Demokrat. Tapi Anas membantahnya.

Anas dijerat dengan Pasal 12 huruf A atau huruf B atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Hukuman maksimal yang mengancamnya yakni, 20 tahun penjara.(Ant/Ais)