Nasional | Anas Klarifikasi HR Terima Duit Century

Anas Klarifikasi HR Terima Duit Century
Rabu, 06 Maret 2013 , 20:36:00 WIB

Laporan: Hendry Ginting

  

RMOL. Bola panas Century terus bergulir. Nyanyian mantan Ketua umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang dikabarkan menyebut sejumlah nama ikut terlibat dalam megaskandal bailout Bank Century menambah gaduh situasi politik nasional.

Bantah membantah makin nyaring disuarakan oleh mereka yang konon disebut-sebut Anas kepada Tim Kecil bentukan Tim Pengawasan Century, Senin (4/3) lalu, di kediamannya, kawasan duren Sawit. Ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa dan Boy Garibaldi Tohir, Bos Adaro Energi, disebut-sebut menikmati dana Bank Century.

Merasa namanya dicemarkan karena disebut-sebut menerima dana Century, Hatta Rajasa yang kini Menko Perekonomian langsung membantahnya. Hatta menegaskan dirinya tidak pernah menerima dana Century dan sudah meminta penjelasan Timwas Kecil yang menemui Anas. Hatta memastikan Anas tak pernah menyebut namanya dan ini sudah diklarifikasi Ketua DPP PAN Viva Yoga, tadi sore di ruang fraksi PAN, Senayan, Jakarta.

Hatta kemudian membacakan SMS Viva Yoga.

“Saya baru saja ketemu Anas. Anas mengklarifikasi bahwa dia tidak pernah menyebut nama-nama penerima aliran dana Century dan tidak mungkin berbuat begitu ke Bang HR (Hatta Rajasa) karena Anas hormat ke Bang HR sebagai senior HMI. Anas meminta Profesor Hendrawan dari PDIP untuk mengklarifikasi berita tersebut. Kata Pak Hendrawan itu dipelintir wartawan,”  kata Hatta.

Bantahan juga disampaikan anggota Timwas Century dari Fraksi PAN,  Chandra Tirta Wijaya. Dia menegaskan, nama-nama yang disebut media menerima dana Century tidak benar, termasuk penyebutan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa dan pengusaha Boy Garibaldi Thohir.

 “Jadi berdasarkan keterangan yang menyebut nama Hatta Rajasa tidak benar, begitu juga nama Boy Thohir,” katanya.

Boy adalah Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk yang namanya tercatat sebagai penyumbang dana kampanye SBY.

Chandra dengan tegas mengatakan dirinya tidak mendengar nama mantan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hartati Murdaya disebut oleh Anas. Namun ia tak mau berbicara banyak mengenai pertemuan itu lantaran khawatir menimbulkan persepsi macam-macam.

 “Nama-nama baru ada. Tapi intinya sih semua sudah pernah dibahas di Pansus. Tapi memang ada yang kita lupakan dan dalami,” jelas Chandra.

Dia  mengaku Anas bercerita banyak. Namun, ia menegaskan pernyataan Anas perlu diklarifikasi karena menyangkut nama baik dan kedudukan seseorang.[dem]