Nasional | 16 Tahanan Polres OKU Ikut Kabur

Warga menyaksikan terbakarnya Mapolres OKU setelah serangan oknum TNI AD, di Kota Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumsel, Kamis (7/3).

Jakarta – Insiden penyerbuan Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) oleh oknum anggota Yon Armed 76/15 Tarik Martapura pada Kamis (7/3) juga menyebabkan 16 tahanan kabur. Itu karena situasi tak terkendali dan markas polisi dalam keadaan terbakar.

“Tahanan yang lepas ada 16 orang dan sisanya (dititipkan) di Koramil. Situasinya sangat kacau saat itu. Nanti yang kabur itu kita cari lagi,” kata Kadiv Humas Irjen Suhardi Alius di Mabes Polri, Kamis (7/3).

Jenderal bintang dua itu juga membenarkan informasi yang diterima Beritasatu.com jika Kapolsek Martapura ikut menjadi korban dalam insiden memalukan ini.

“Kapolsek Martapura (AKP Ridwan) dan seorang anggota yang terluka berat lainnya diterbangkan ke Palembang untuk mendapatkan perawatan intensif,” ujar mantan Direktur Tipiter Polri ini.

Namun, Suhardi mengaku belum menerima identitas para korban.

“Yang jelas kita menyesalkan jadi yang dirusak itu satu Mapolres, dua pospol (lantas), dan satu (kantor) subsektor. Ada empat yang luka, di mana dua diantaranya luka berat. Para oknum itu bergerak tanpa diketahui danyonnya, jadi ini tidak bisa disebut berencana. Juga tak ada tembak menembak,” beber Suhardi.

Untuk mengusut tuntas kasus ini, Polri membentuk tim yang terdiri dari unsur Propam dan Irwasum. Mereka bersama-sama dengan Wakapolda Sumsel Brigjen Zulkarnain tim dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) sudah berada di lokasi kejadian.

Apakah  kasus-kasus bentrok TNI-Polri begini akar masalahnya karena dipicu rasa iri karena kesenjangan pendapatan anggota TNI-Polri? Suhardi menjawab, “tiap masalah (bentrokan) kan penyebabnya berbeda-beda. Ini kejadian parsial saja. Kekompakan TNI-Polri di daerah konflik luar biasa. Situasi sekarang sudah kondusif.”