Nasional | 115 Perawat Indonesia Timba Ilmu di Singapura

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAURA — Sebanyak 115 perawat profesional dan manajer perawat yang berasal dari 13 institusi kesehatan di seluruh Indonesia, mendapat pelatihan keperawatan di Singapura.

Program yang digelar untuk meningkatkan kompetensi keperawatan di Indonesia ini diselenggarakan Kementerian Kesehatan yang bekerjasama dengan Nanyang Politechnic Singapura (NYPi) dan Temasek Foundation

Program tersebut diselenggarakan mulai November 2012 sampai April 2013. “Peserta berasal dari enam Rumah Sakit Pemerintah, lima Poltekkes, Pusdiklat Aparatur, Balai Pelatihan Kesehatan, dan Bapelkes Nasional,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenkes, Murti Utami, Jumat (15/2).

Program yang berjalan saat ini, akan diselenggarakan NYPi mulai dari November 2012 sampai April 2013. Para peserta akan menjalani salah satu dari tujuh program, yakni Nursing Management; Wound Management; Simulation-based Learning; Gerontology Nursing; Train-the-Trainer Course on Nursing Pedagogy; Train-the-Trainer Course on Medical Surgical  Nursing; Train-the-Trainer Course on Orthopaedic Nursing.

Sampai saat ini 50 orang manajer perawat dan perawat profesional telah mengikuti pelatihan di kampus Nanyang Polytechnic. Peserta diberikan pendidikan keperawatan terbaru dan juga dilatih untuk melatih rekan-rekan mereka dan staf, dan mendesain roadmap pengembangan SDM melalui pelatihan-pelatihan tersebut.

Chief Executive Officer Temasek Foundation Singapura Benedict Cheong mengatakan melalui program ini, Temasek Foundation akan mendukung jaringan perawat professional dalam meningkatkan proses-proses inti dalam pelayanan keperawatan serta sistem dan kebijakan di institusi mereka di seluruh Indonesia. 

“Dengan demikian diharapkan akan meningkatkan upaya-upaya nasional dalam meningkatkan standar asuhan keperawatan di Indonesia,” sebut dia.