Luthfi Diduga Alihkan Nama Kepemilikan Mobilnya

Luthfi Diduga Alihkan Nama Kepemilikan MobilnyaKompas/HENDRA A SETYAWANMobil Toyota jenis FJ Cruiser dengan nomor polisi 1340 TJE warna hitam (kanan) yang diduga milik Lutfhi Hasan Ishaaq diparkir di halaman Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Minggu (5/5/2013). KPK menyita mobil milik mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah (Toyota FJ Cruiser dengan nomor polisi B 1330 SZZ) karena diduga berasal dari tindak pencucian uang terkait kasus dugaan suap pengaturan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian.

JAKARTA, Kompas.com –  Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq diduga mengalihkan kepemilikan sejumlah mobilnya. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto mengungkapkan, pihaknya menduga ada mobil yang awalnya milik Luthfi kemudian diganti atas nama orang lain.

"Ada memang yang kami menduga awalnya milik LHI (Luthfi Hasan Ishaaq) kemudian diganti dengan nama orang lain. Detilnya penyidik yang punya informasi soal itu, tapi tidak untuk dipublikasikan," kata Bambang di Jakarta, Jumat (10/5/2013) malam.

Bambang belum dapat memastikan apakah kepemilikan mobil itu dialihkan setelah Luthfi ditetapkan sebagai tersangka KPK atau tidak. KPK menetapkan Luthfi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kepengurusan kuota impor daging sapi. Dalam pengembangannya, KPK menjerat Luthfi dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Menurut Bambang, setelah Luthfi ditetapkan sebagai tersangka TPPU, keberadaan asetnya sulit terlacak. Ada pihak yang diduga berupaya menyembunyikan aset Luthfi seperti mobil-mobil mewahya.

Adalah Ahmad Zaky, orang dekat Luthfi yang diduga berperan memindahkan mobil-mobil dari rumah Luthfi ke kantor DPP PKS. Beberapa kali penyidik KPK meminta keterangan Zaky sebagai saksi.

"Pada malam itu, Senin tanggal 6 Mei, seorang saksi yang baru diperiksa adalah Ahmad Zaky. Saat pemeriksaan itu diketahui bahwa dia merupakan salah seorang yang berperan mengalihkan mobil-mobil milik LHI (Luthfi Hasan Ishaaq)," ungkapnya.

Kepada penyidik KPK, menurut Bambang, Zaky mengaku telah memindahkan mobil-mobil mewah terkait Luthfi itu ke kantor DPP PKS. Seusai memeriksa Zaky sebagai saksi pada 6 Mei lalu, penyidik KPK membawa pria itu ke kantor DPP PKS untuk menunjukkan mobil-mobil yang dicari penyidik itu.

"Pada saat itu juga sudah dibawa secara lengkap surat perintah penyitaan, penggeledahan, bahkan dibawa printer dan komputer karena biasanya dibuat berita acaranya," ungkap Bambang.

Namun, lanjut Bambang, Zaky tidak bersedia menyerahkan kunci mobil-mobil itu. KPK pun mendapatkan informasi kalau Zaky melarikan diri pada malam itu. Belakangan, menurut Bambang, Zaky membantah kabur dan mengaku tidur di kantor DPP PKS karena kelelahan. Bambang juga belum dapat memastikan motif Zaky memindahkan mobil-mobil mewah Luthfi itu ke kantor DPP PKS.

"Apakah itu dengan sengaja atau karena shock, kita belum sampai pada kesimpulan," tambahnya.

Kini, enam mobil tersebut masih berada di kantor DPP PKS dalam keadaan disegel. Tim penyidik KPK dua kali gagal menyita enam mobil itu karena dihalang-halangi petugas keamanan gedung. Keenam mobil yang diduga terkait Luthti itu adalah VW Caravelle, Fortuner, Pajero Sport, Nissan Navara, Mazda CX9, dan Mitshubisi Grandis. Adapun Zaky tercatat sebagai pemilik Fortuner yang disegel KPK tersebut.

Kompas.com