KPK Validasi Dugaan Keterlibatan Menag dan Priyo

Kasus Pengadaan Alquran
KPK Validasi Dugaan Keterlibatan Menag dan Priyo

Headline

Juru Bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo – inilah.com/Agus Priatna

inilah.com, Jakarta – Fakta persidangan yang menyebutkan bahwa Menteri Agama Suryadharma Ali berperan dalam meloloskan anggaran pengadaan komputer di madrasah tsanawiyah (Mts) pada 2011, masih terus divalidasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Keterangan para saksi di persidangan akan menjadi bahan penyidik untuk mengembangkan kasus tersebut.

“Informasi sekecil apapun yang muncul di persidangan akan divalidasi oleh KPK,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo, di Jakarta, Senin (11/3/2013).

Informasi tentang dugaan keterlibatan Suryadharma Ali terungkap di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta yang menyidangkan mantan anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Golkar Zulkarnaen Djabar, dan anaknya, Dendy Prasetia, pekan lalu.

Dalam sidang tersebut, ketua unit layanan pengadaan laboratorium komputer pada 2011 di Kementerian Agama (Kemenag) Mohammad Zen mengungkap sebuah pertemuan pada 16 November 2011.

Pada malam itu, di kantornya, ia kedatangan tamu yakni Fahd A Rafiq, dan Syamsurahman. Mereka mengaku utusan dari Senayan atau DPR. Dalam pertemuan itu, kedua tamu tersebut menginginkan agar pemenang tender proyek pengadaan komputer untuk laboraturium di MTs segera diumumkan.

Saat bertamu, Fahd menelpon seseorang. Zen mengaku tak tahu siapa lawan bicara Fahd. “Tapi bunyinya “Halo Pak Menteri, saya ada di ruangan bapak. Lalu Pak Fahd berbicara yang lain-lain juga dengan yang diteleponnya itu,” kata Zen ketika ditanya ketua majelis hakim dalam sidang itu, Afiantara.

Ketika ditegaskan hakim siapa menteri yang dimaksud, Zen tidak mau memberikan keterangan lebih detail. Hanya saja keesokan harinya, PT Batu Karya Mas diumumkan menjadi pemenang lelang. Perusahaan itu adalah milik kolega Fahd, Abdul Kadir Alaydrus. Fahd adalah aktivis Gerakan Muda Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), organisasi sayap Partai Golkar.

Di persidangan dengan terdakwa Zulkarnaen dan Dendy, bapak anak tersebut didakwa menerima uang senilai Rp14,39 miliar terkait pengadaan Alquran dan komputer yang dikerjakan Kemenag.

Dalam surat dakwaan mereka terungkap nama sejumlah tokoh seperti Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso. [yeh]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Komentar Giggs Soal Kartu Merah Nani

    Komentar Giggs Soal Kartu Merah Nani

  • Benitez Tuduh Ferguson Tolak Jabat Tangannya

    Benitez Tuduh Ferguson Tolak Jabat Tangannya