KPK Didesak Tahan Anas

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak menegakkan hukum tanpa pandang bulu dengan menjebloskan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum ke dalam tahanan.

Koordinator Masyarakat Antikorupsi Jakarta Andri Yuspa mengungkapkan hal itu dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (9/3). Dia juga mengingatkan mengenai pernyataan Anas yang bersedia digantung di Monas bila menerima uang dari proyek Hambalang.

“Bagi pemimpin, janji adalah amanah. Dan mulutmu adalah harimaumu. Dua kalimat itu menunjukkan bahwa apapun yang diucapkan tentu saja mempunyai konsekuensi yang harus dihadapai dan dijalani,” tegas dia.

Hal itu, tambah dia, tentu saja juga berlaku terhadap Anas Urbaningrum. “Tentu saja Anas harus menerima apa yang telah diucapkannya. Selain itu tentu saja Anas harus menjalani proses hukum layaknya sebagai tersangka dalam kasus korupsi,” ujar dia.

Menurut Andri, penetapan status tersangka terhadap Anas adalah prestasi yang sudah cukup membanggakan. Ini mengingat bahwa KPK sebagai lembaga pemberantasan korupsi telah mampu menyeret beberapa nama pejabat dan petinggi parpol yang terlibat korupsi.

“Itu bukti KPK tidak pandang bulu. Hal ini juga menjadi penegasan bahwa KPK sebagai lembaga pemberantasan korupsi telah mampu bekerja secara maksimal, mengungkap kasus-kasus besar kejahatan korupsi yang kembali membuka mata seluruh rakyat Indonesia bahwa hampir seluruh pejabat di negara ini adalah pelaku kejahatan korupsi yang dilakukan secara bersama-sama oleh mereka, dari mereka, dan untuk mereka.”

“Hukum harus ditegakkan walau langit runtuh. Kata-kata ini tentu saja bukan sekadar idiom biasa. Ini adalah bentuk dari konsistensi yakni hukum tidak pandang bulu dan tidak memihak pada apapun selain pada keadilan,” tutupnya. (Henri Salomo Siagian)

Editor: Wisnu AS