KLB Partai Demokrat Jadi Arena Penentuan Dinasti Politik SBY

Metrotvnews.com, Jakarta: Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat rencananya digelar sebelum penyerahan daftar calon sementara (DCS) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 9 April.

Pakar politik UI Boni Hargens di Jakarta, Selasa (12/3), menilai KLB akan menarik karena akan menjadi pertarungan antara kubu yang ingin menegakkan dinasti Cikeas dan yang ingin membangun kekuatan sendiri yang sulit dikendalikan Cikeas. “Barangkali, kubu yang mau bangun kekuatan sendiri itu sama dengan kubu mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum,” ujarnya.

Boni mengatakan, beberapa figur yang memang dibutuhkan oleh Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mendukung Cikeas antara lain mantan ketua umum Hadi Utomo dan mantan Sekjen Demokrat Marzuki Alie.

Boni memperkirakan, SBY akan memilih kedua figur ini untuk maju sebagai ketua umum (ketum). “Saat ini, ketum yang dibutuhkan adalah yang bisa back up kepentingan Cikeas dan membangun lagi Partai Demokrat,” ujarnya.

Menurutnya, Marzuki punya peluang terpilih sebab memiliki basis massa di DPC dan DPD. Marzuki pernah menjabat sebagai sekjen yang punya kekuatan di daerah. “Dan waktu kongres Partai Demokrat lalu, Marzuki juga bersaing ketat dengan Anas. Sedangkan Hadi menjadi tokoh yang tentu sepenuhnya didukung SBY dan Ibu Ani,” ujarnya.

Sementara, kubu lainnya yang akan muncul adalah kekuatan sahabat Anas Urbaningrum. Boni memastikan, kekuatannya tidak signifikan. Saat ini, kekuatan Anas memang terlihat jelas dalam diri Wakil Sekjen Partai Demokrat Saan Mustopa. Namun, jelas Boni, kekuatan basis masanya sudah tidak bisa dikendalikan.

Selain itu, ada kubu-kubu lain, lanjut Boni, seperti Sutan Bhatoegana, Syarief Hasan, dan Jhonny Allen Marbun. Namun, mereka sulit dipercaya oleh SBY.

Kata Boni, mereka hanya berambisi, namun sulit dilirik SBY sebab mereka adalah figur yang tidak mudah dikendailkan.  “Ada juga Soekarwo, itu anasir tambahan dan saya melihat itu tidak signifikan,” ujarnya. (Herybertus Lesek)

Editor: Henri Salomo Siagian