KLB Demokrat, Pertarungan Cikeas, Ciasem & Senayan

KLB Demokrat, Pertarungan Cikeas, Ciasem & Senayan

Headline

Partai Demokrat – inilah.com/Agus Priatna

inilah.com, Jakarta – Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat dipastikan akan digelar akhir Maret ini. Tensi politik di internal Partai Demokrat mulai memanas. Masing-masing kubu secara perlahan menunjukkan eksistensinya. Kubu siapa yang bakal unggul?

Mengharapkan KLB Partai Demokrat satu suara dan dilakukan secara aklamasi, saat ini sulit terjadi. Faktanya, masing-masing kelompok di internal Partai Demokrat mulai melakukan konsolidasi untuk menyiapkan jagonya masing-masing.

Sedikitnya terdapat tiga kelompok yang bakal bertanding dalam KLB Partai Demokrat yang rencananya akan digelar di Bali itu. Ketiga kelompok tersebut, saat ini merupakan representasi riil kekuatan di internal Partai Demokrat pasca-ditetapkannya Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng sebagai tersangka dalam kasus Hambalang. “Saat ini ada tiga kelompok di internal Partai Demokrat yaitu Cikeas, Ciasem dan Senayan,” sebut sumber inilah.com di Jakarta, Senin (11/3/2013).

Ketiga kelompok tersebut merupakan simbol dari kekuatan yang ada di Partai Demokrat. Cikeas mencerminkan kelompok yang merepresentasikan SBY dan Ani Yudhoyono. Di dalam kelompok ini berdiri jajaran menteri yang berasal dari Kabinet Indonesia Bersatu (KUB) II.

Adapun Ciasem, merepresentasikan kelompok mantan Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo. Di kelompok ini, diisi oleh kalangan senior partai sseperti Agus Hermanto. Adapun kelompok Senayan, merepresentasikan kekuatan Marzuki Alie.

Ketiga kelompok tersebut saat ini mulai unjuk gigi. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie akhir pekan lalu mengklaim dukungan terhadap dirinya mengalir dari Jawa Tengah, Jawa Barat, termasuk wilayah Indonesia Timur. “Mayoritas pengurus cabang di Jawa Tengah memberikan dukungan. Dukungan serupa juga dari Jawa Barat serta Jawa Dukungan dari para pengurus di Indonesia Timur juga cukup signifikan,” ujar Marzuki.

Marzuki Alie ini juga mendapat dukungan dari bekas tim suksesnya saat maju dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung pada Mei 2010 lalu seperti dari Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua dan Achsanul Qosasi. “Jika PD mau segera recovery, Pak Marzuki adalah yang paling pantas. Pak Marzuki itu adalah sosok yang paling mudah diterima DPC dan DPD,” ujar Qosasi di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (11/3/2013).

Sementara dari kalangan Cikeas, nama Pramono Edhie Wibowo santer disebut bakal mengisi pos Ketua Umum Partai Demokrat yang direstui SBY dan Ani Yudhoyono. Dukungan dari kubu ini secara terang disampaikan Ruhut Poltak Sitompul dan Ramadhan Pohan.

“Saya pribadi prefer Pak Pramono Edhie Wibowo (PEW). Beliau komunikatif, merakyat, tegas, konstitusionalis, loyal pada bangsa dan negara, tidak pernah neko-neko, dekat dengan semua golongan,” ujar Ramadhan.

Selain nama Pramono Edhie, beberapa nama politisi senior Partai Demokrat dari kalangan menteri juga dielus dari kelompok Cikeas ini seperti Syarif Hasan dan Jero Wacik.

Kelompok lainnya yang juga mulai melakukan konsolidasi berasal dari kelompok Ciasem yang representasi kelompok Hadi Utomo. Nama ini muncul sebagai upaya ijtihad politik agar tidak terjadi faksi di internal Partai Demokrat. “Era Pak Hadi Utomo relatif tidak ada masalah yang berarti,” ujar anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Adjeng Ratna Suminar saat dihubungi.

Di tengah menguatnya tiga kelompok kekuatan internal Partai Demokrat, muncul Wakil Sekjen Saan Mustopa yang menyiratkan maju dalam KLB Partai Demokrat. “Saya menunggu dari DPC dan DPD. Kalau suara suara DPD dan DPC kita pertimbangkan,” ujar Saan.

Namun informasi lainnya dari sumber inilah.com memastikan kelompok Anas Urbaningrum tidak akan turut serta bertanding dalam KLB Partai Demokrat. “Kuta tengah menimbang antara kelompok Ciasem (Hadi Utomo) atau Senayan (Marzuki Alie),” sebut sumber tersebut.

Di atas kertas, masing-masing kekuatan masih sulit diidentifikasi kekuatannya. Ini tidak terlepas dari sikap kelompok Anas Urbaningrum yang masih menunggu perkembangan terkini. Namun, jika kelompok Anas Urbaningrum tidak mendukung kubu Cikeas, calon Ketua Umum Partai Demokrat yang dikehendaki SBY atau Ani Yudhoyono dipastikan gagal di tengah jalan mengingat kekuatan Anas di daerah masih cukup dominan. Kita lihat saja perkembangannya. [mdr]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Balikkan Kedudukan Bukan Perkara Mudah untuk Barca

    Balikkan Kedudukan Bukan Perkara Mudah untuk Barca

  • Bargain Hunting Warnai Pasar, Apa Saham Pilihan?

    Bargain Hunting Warnai Pasar, Apa Saham Pilihan?