KLB Demokrat Halaman Baru Rivalitas SBY-Anas

KLB Demokrat Halaman Baru Rivalitas SBY-Anas

Headline

SBY dan Anas – inilah.com/Ardhy Fernando

inilah.com, Jakarta – Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat tampaknya menjadi opsi yang harus ditempuh partai segitiga biru ini. Jika opsi ini ditempuh, rivalitas SBY versus Anas sulit dihindari. Inilah halaman baru bagi SBY dan Anas.

Opsi KLB tampaknya tak bisa dihindari oleh Partai Demokrat dalam memilih pengganti Anas Urbanigrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Mantan Wakil Direktur Eksekutif DPP Partai Demokrat, M Rahmad mengungkapkan keikutsertaan Partai Demokrat dalam Pemilu 2014 terancam jika tidak segera menggelar KLB untuk memilih ketua umum baru.

“Untuk ketum partai tidak ditunjuk Plt sebagai penggantinya. Lalu siapa yang menggantikan itu harus diputuskan lewat KLB. Apalagi, di dalam AD/ART tidak ada aturan yang menyebutkan posisi ketua umum digantikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) ” ujar Rahmad di Jakarta, Kamis (7/3/2013).

Dia menyatakan, jika Majelis Tinggi tetap ngotot menunjuk Plt dan disetujui oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), maka bisa menimbulkan protes dari partai politik lain, karena tidak sesuai dengan AD/ART partai yang terdaftar di Kemenkumham dan KPU. “Artinya, jika tidak dilakukan KLB maka Demokrat tidak bisa mendaftarkan calegnya di KPU dan tidak bisa ikut pemilu,” tukas Rahmad.

Di tempat terpisah, Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat I Gede Pasek Suardika mengatakan langkah paling aman agar Partai Demokrat dapat diakui secara hukum dalam pemilu 2014 mendatang adalah dengan menggelar KLB.

“Jika mengacu pada AD/ART partai Demokrat, ketua umum tidak lagi menjabat jika mengundurkan diri, diberhentikan atau meninggal dunia. Sementara Anas tidak berada di ketiganya. Di aturan, kalau mengundurkan diri kan harus ada surat,” papar Pasek usai rapat kerja dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) di gedung DPR Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (7/3/2013).

Oleh karena itu, sambung Pasek, satu-satunya jalan bagi Partai Demokrat harus memberhentikan Anas dengan menggelar KLB yang disetujui DPD dan DPC. Sebab, dalam AD/ART pun tidak diatur siapa yang berhak untuk memecat Anas sebagai ketua umum. “Makanya, yang paling benar, dikembalikan ke pemilik suara, yaitu DPD dan DPC,” imbuh Pasek.

Anggota Dewan Pembina DPP PD, Ahmad Mubarok menambahkan, Demokrat memang tidak punya pilihan lain selain menggelar KLB untuk mencari ketua umum agar sesuai dengan AD/ART partai. Namun, dia belum bisa memastikan kapan Demokrat akan menggelar KLB. “Langkah terdekat, Demokrat harus menentukan Plt ketua umum. Tapi, Plt ini hanya menjabat hingga penyelenggaraan KLB,” ungkapnya.

Polemik KLB atau Plt untuk mengisi posisi Ketua Umum Partai Demokrat tak ubahnya menjadi ajang baru rivalitas antara SBY dan Anas. Seperti dijanjikan Anas saat mengumumkan berhenti dari Ketua Umum Partai Demokrat, dirinya akan membuka halaman-halaman baru berikutnya. [mdr]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Villas-Boas Puji Penampilan Spurs

    Villas-Boas Puji Penampilan Spurs

  • Inilah Alasan Fundamental Saham Rokok Atraktif

    Inilah Alasan Fundamental Saham Rokok Atraktif