KLB Demokrat Ajang Pertarungan Cikeas dan Anas

Metrotvnews.com, Jakarta: Tidak jelasnya jadwal pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat pascamundurnya Ketua Umum Anas Urbaningrum menimbulkan banyak pertanyaan.

Pasalnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan tenggat waktu hingga April 2013 bagi setiap parpol memberikan daftar caleg sementara yang harus ditandatangani oleh ketua umum dan sekjen partai.

Pengamat politik Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, PD saat ini berada di persimpangan kepentingan antara faksi Cikeas, dan juga faksi Anas. Meskipun secara politis Anas tidak bisa lagi maju, KLB bisa jadi ajang pertarungan bebas antara Cikeas versus Anas.

“Bisa saja pertarungan di KLB dua faksi (Cikeas dan Marzuki Alie) lawan 1 faksi (Anas). Situasi ini bikin liar, tapi bisa saja bentuk rekonsiliasi,” jelas Yunarto di gedung DPR Jakarta, Kamis (28/2).

Demokrat, kata Yunarto, diharapkan bisa mencari figur penganti Anas dari internal partai, dan bukan dari orang luar yang memiliki kedekatan dengan SBY. Jika pemilihan tokoh luar partai, Yunaro menilai, publik akan melihat PD sebagai perusahaan Cikeas atau fans club SBY.

“Kadernisasi harus berjalan. Kalau dari luar karena faktor kedekatan dengan SBY, orang akan lihat PD sebagai perusahaan SBY,” jelasnya.

Belum jelasnya jadwal KLB menimbulkan anggapan PD akan mengundur KLB hingga Mei 2013, menunggu habisnya masa jabatan Kasad Pramono Edhi, yang santer disebut akan menggantikan Anas.

“Ini bisa saja menjawab spekulasi apakah KLB akan melanggengkan calon ketum dari kubu tertentu. KLB diundur, diambil alih Majelis Tinggi dan bisa saja mengulur waktu untuk DCS pilihannya (Cikeas). Pramono Edhi seperti dipaksakan, kebetulan dia masih jadi KSAD,” paparnya.

Apakah gerbong politik Anas di DPD dan DPC masih solid? Yunarto melihat gerbong Anas hanya patronase HMI. Dengan kondisi seperti ini, DPC dan DPD akan lebih pragmatis dan mementingkan diri sendiri.

“Dalam hal ini tidak akan ada pengunduran diri dari gerbong Anas, dalam artian secara masal,” ujarnya.

Anggota Dewan Pembina PD Hayono Isman mengatakan, belum ditentukannya jadwal KLB bukan masalah besar. Pasalnya DCS tidak akan berpengaruh pasca PD tidak punya nahkoda.

“Saya pikir belum masalah DCS dengan KPU. Itu bukan masalah dengan mundur ketum, waketum menggantikan ketum dengan sekjen dan itu bisa. Dalam waktu dekat ini tidak ada KLB,” kata Hayono.

Saat adanya ajuan nama Gubernur Jatim Sukarwo dan Pramono Edhi, Hayono menjelaskan usulan itu bisa saja dipertimbangkan dalam kongres. Namun, dirinya enggan berspekulasi siapa yang akan menjabat kursi nomor 1 PD.

“Jangan dulu berbicara siapa kalau bicara per hari ini. Saya pikir itu dinamika di politik, kita belum mendengar dari Pramono Edhi untuk siap menjadi ketum. Jangan dihadapkan seolah-olah partai akan meminang. Kalau maju, nyatakan maju, tidak boleh diam-diam tapi nanti maju,” ungkapnya. (Hafizd Mukti/Adf)