Ketua KPK Dapat Hadiah Ayam Jantan dan Obat Kuat

Metrotvnews.com, Jakarta: Tidak ada yang berbeda dengan kondisi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (6/3), yang menjadi salah satu markas bagi awak media mendulang berita terkait sumber masalah di negeri ini, yaitu korupsi.

Gedung KPK yang berada di jantung kota Jakarta tepatnya di Jalan Kuningan, Jakarta Selatan, hampir tiap hari didatangi para pendemo yang menginginkan korupsi segera ditumpas habis dari bangsa ini.

Rabu (6/3) siang, di Kuningan terlihat dua kelompok demonstrasi yang berorasi di depan halaman Gedung KPK, yaitu dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Aliansi Nasional Anti Korupsi SBY (Anak SBY).

Meskipun tidak terlalu banyak, orasi yang didengungkan kedua kelompok tersebut terdengar lantang dan jelas dengan megaphone yang mereka gunakan.

“SBY, Ibas, dan Boediono harus bertanggung jawab. Mereka harus tuntaskan sengkarut masalah korupsi besar, ada Cemtury, BLBI, Mafia Pajak dan Hambalang,” teriak orator Anak SBY berapi-api.

Dengan penjagaan tidak terlalu ketat dari aparat, terlihat salah seorang perempuan yang merupakan bagian dari pendemo tengah memegang seekor ayam, yang belakangan diketahui adalah ayam jantan. Para pendemo tersebut menyebutnya ‘ayam jantan dari timur’, yang akan diserahkan kepada pimpinan KPK Abraham Samad sebagai simbol seorang kesatria dari timur (Makassar).

Lobi-lobi pun dimulai antara Anak SBY dan aparat kepolisian setelah berorasi selama kurang lebih 2 jam. Niat pemberian ‘hadiah’ kepada Samad pun akhirnya tercapai, dan perwakilan Anak SBY dipersilahkan masuk lobi gedung KPK yang disambut oleh salah satu staf pegawai, karena saat itu Samad dan kawan-kawan tengah bertugas.

“Kami serahkan ayam ini sebagai simbol perlawanan atas korupsi, Samad ibarat ‘Ayam Jantan dari Timur,” kata salah satu koordinator pendemo yang memberikan ayam jantan tersebut secara simbolis.

Tidak hanya itu, Anak SBY pun memberikan sekotak obat kuat yang disertakan bagi Samad, dengan maksud agar pimpinan KPK tersebut senantiasa selau kuat melawan para koruptor.

Di saat bersamaan kelompok pendemo dari HMI Jakarta Pusat Utara melakukan aksi menentang turun tangannya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam mengurusi Partai Demokrat (PD) dianggap sesuatu yang tidak perlu. Karena,  yang diperlukan SBY saat ini adalah memperlihatkan tangung jawabnya sebagai pemimpin negara yang siap melibas korupsi.

“Kita hanya ingin SBY bertanggunng jawab sebagai pemimpin. Dia sebagai Dewan Pembina Demokrat pasti tahu koruptor-koruptor itu. Ditambah PD paling banyak terseret di KPK,” kata Ketua HMI Jakarta Pusat Utara Zulkarnaen saat berdemonstrasi bersama puluhan kader HMI lainnya di KPK.

SBY, diharapkan mampu mengungkap kasus-kasus korupsi besar seperti Century, BLBI, Mafia Pajak dan juga Hambalang yang terakhir menyeret Ketua Umum PD Anas Urbaningrum. “SBY terkesan menyalahgunakan wewenangnya, korupsi-korupsi dibiarkan, karena korupsi bermuara di keluarga Cikeas. Kita minta tidak hanya sampai di Anas,” pungkasnya.

Dalam demonstrasinya, beberapa kader HMI menggunakan topeng berwajah tokoh-tokoh PD, yaitu Angelina Sondakh yang sudah divonis 4,5 tahun kurungan, Ketua DPP PD Sutan Batoeghana dan Wakil Ketua Umum Jhony Allen Marbun yang mereka anggap sebagai antek-antek SBY yang bermuara di Cikeas. (Hafizd Mukti/Adf)

Editor: Asnawi Khaddaf