Keluarnya Pengurus Nasdem, Ciri Dinamika Politik

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO — Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPW Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Provinsi Gorontalo, IGK Manila, menilai persoalan di tubuh partai itu dengan keluarnya sejumlah pengurus, hanya merupakan dinamika politik dan tidak mempengaruhi konsolidasi di daerah.

“Memang di Gorontalo ada sejumlah pengurus yang mundur, namun hanya sedikit. Tetapi banyak juga yang masuk menjadi anggota Partai Nasdem,” kata Manila, Kamis (14/2).

Manila sendiri diberikan mandat dan tugas oleh DPP Partai Nasdem ke Gorontalo, untuk melakukan reposisi pengurus hingga memperkuat konsolidasi partai hingga ke tingkat kecamatan, desa dan kelurahan. Beberapa pengurus yang mundur dari keanggotaan partai Nasdem, dinilai Manila, memang merasa sudah tidak lagi cocok sehingga mereka memilih keluar.

Tetapi banyak juga yang mereka rekrut dan menilai memiliki potensi untuk membesarkan partai pimpinan Surya Paloh di daerah.
“Konsolidasi kami akan dilakukan dengan metode pendekatan pada masyarakat kecil, kami optimistis Nasdem akan diterima luas di Indonesia, terutama di Provinsi Gorontalo,” tambahnya.

Bahkan Manila meyakini bahwa pada Pemilu 2014 mendatang, Partai Nasdem bakal berbuat banyak untuk ‘pesta demokrasi’ itu, dengan bisa meraup suara signifikan atau memenangkan pemilu.

Sebelumnya, mantan Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Gorontalo, Masrun Yunus Rivai, mengatakan, pengunduran diri sejumlah kader Partai itu bakal berlanjut, setelah sebelumnya sejumlah pengurus inti DPW Gorontalo mundur.

Menurutnya, alasa mundur dari DPW Partai Nasdem karena demokrasi yang dijunjung tinggi itu perlahan hilang dalam tubuh partai tersebut. “Hal ini yang membuat kami di Provinsi Gorontalo memutuskan untuk mengundurkan diri,” kata Masrun.
Saat ini, kata dia, kader Nasdem di Provinsi Gorontalo berjumlah 12.000 orang, yang resmi mengundurkan diri sudah 1.000 orang dan ini akan terus bertambah.