KAHMI tidak Bakal Beri Jaminan untuk Anas

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) tidak akan memberikan jaminan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar tidak menahan mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Namun, KAHMI memastikan akan memberikan pendampingan bantuan hukum.

Ketua Presidium KAHMI Mahfud MD di Yogyakarta, Minggu (3/3), mengatakan berdasar aturan hukum seseorang yang ditetapkan menjadi tersangka tidak harus ditahan kecuali dikhawatirkan akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau akan mengulangi perbuatannya.

Di sela-sela dialog dalam rangka hari lahir ke-87 Nahdlatul Ulama, di XT Square, Yogyakarta, Mahfud mengatakan KPK tidak perlu terpengaruh dengan suara-suara yang muncul di masyarakat, apalagi komentar yang tidak jelas dan terkadang bernuansa politis.

Namun Mahfud mengingatkan, kasus yang dialami itu adalah pribadi dan tidak ada sangkut-pautnya dengan KAHMI. “Silakan Anas mengurus sendiri,” kata Mahfud.

Ia juga menegaskan KAHMI tidak ada sangkut-pautnya dengan Hambalang. Dengan tegas Mahfud mengemukakan KPK harus bekerja profesional. KPK, lanjutnya harus bisa secara nyata menunjukkan dua alat bukti yang menjadikan Anas tersangka di pengadilan nanti. “Ini masalah hukum, bukan masalah politik,” tegasnya.

Tentang pernyataan siap digantung di Monas Mahfud menegaskan itu adalah pernyataan personal. Menurut Mahfud, Indonesia tidak mengenal hukuman mati dengan cara digantung ataupun dipancung, melainkan ditembak. (Agus Utantoro/Hnr)