Ini Harapan Petinggi Demokrat Soal Pengganti Anas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua DPP Partai Demokrat Hayono Isman menegaskan siapapun yang terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat harus fokus melakukan pembenahan internal partai.

“Kalau fokus melakukan pembenahan, pertanyaannya apakah tetap bisa melakukan rangkap jabatan,” kata Hayono Isman di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin.

Hayono Isman mengatakan hal itu menyikapi mulai disebut-sebutnya beberapa nama sebagai kandidat calon ketua umum pada kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat di Bali akhir 2013.

Beberapa nama yang mulai disebut-sebut antara lain, Ketua DPR RI Marzuki Alie, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR RI Saan Mustopa, serta Anggota Komisi I DPR RI Hayono Isman.

Hayono menjelaskan, persoalan yang dihadapi Partai Demokrat sesungguhnya adalah persoalan hukum yang mendera sejumlah kader sehingga menurunkan citra partai.

“Siapapun yang terpilih sebagai ketua umum harus fokus melakukan pembenahan internal partai untuk meningkatkan kembali citra partai,” katanya.

Ia menegaskan, krisis yang dihadapi Partai Demokrat bukan persoalan kecil, sehingga perlu pengelolaan manajemen yang fokus.

Menurut dia, pada pelaksanaan KLB mendatang, menjadi pertimbangan utama kandidat yang tampil apakah bisa melakukan rangkap jabatan.

“Jangan sampai setelah terpilih menjadi ketua umum tugas pada jabatan sebelumnya dikorban yakni menteri, Ketua DPR RI, atau jabatan lain di partai,” katanya.

Hayono juga mengingatkan, belajar dari kasus hukum yang dihadapi mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, merembet ke kader-kader lainnya sehingga merusak citra.

Karena itu, kata dia, tidak perlu lagi ada loyalis-loyalis pada figur tertentu, tapi harus menumbuhkan loyalis kepada partai.

“Jadi siapapun calon yang tampil, selama dia berkomitmen untuk membangun partai, silahkan,” katanya.

Menurut dia, sebaliknya, jika tampil sebagai calon karena loyalis terhadap figur tertentu, sebaiknya jangan karena dikhawatirkan malah akan merusak partai.

“Saya khawatir Partai Demokrat ke depan bukannya maju tapi semakin terpuruk,” katanya.