Ical Jarang Kampanye, Pengaruhi Kekalahan Jago Golkar

JAKARTA – Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti menilai, minimnya keterlibatan pengurus pusat dalam aktivitas politik kader di bawah, mempengaruhi kekalahan para kader Partai Golkar dalam pemilihan gubernur (pilgub) DKI Jakarta, Jabar, dan Sumut.

Ray mencontohkan, Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie (Ical) jarang terlibat dalam kampanye para calon yang diusung dalam pilkada.

"Sejauh yang saya lihat, Ical agak jarang terlibat kampanye dalam pilkada. Di Pilkada Papua misalnya, kita melihat hanya Akbar Tanjung yang turun langsung," ujar Ray kepada JPNN, Jumat (8/3).

Selain itu Ray menerangkan, figur-figur yang mereka calonkan bukanlah figur yang dikenal secara luas oleh masyarakat yang bersangkutan.

"Nampaknya pola penentuan calon yang datang dari pusat itu membuat calon-calon potensial daerah tidak dapat naik," ucapnya.

Kemudian kata Ray, kecilnya peluang kader Golkar maju lewat partainya sendiri, mengakibatkan banyak kader yang menyeberang jadi pasangan calon partai lain. Akibatnya suara Golkar seringkali terpecah ke banyak calon.

"Kasus Sumut menjelaskan itu. Kader Partai Golkar tidak hanya satu yang maju. Tentu saja penyebaran ini mengakibatkan tersebarnya suara," pungkasnya.

Seperti diketahui, selain Chairuman Harahap yang secara resmi jadi cagub Sumut dari Golkar, juga ada ada Ketua DPC Golkar Serdang Bedagai (Sergei), T Erry Nuradi, yang maju sebagai cawagub, pendamping cagub Gatot Pujo Nugroho. Erry pun dicopot dari jabatannya itu. (gil/jpnn)