free web stats

example banner

Hasil reses DPRD Jawa Barat, warga tagih janji Gubernur Aher!


Hasil reses DPRD Jawa Barat, warga tagih janji Gubernur Aher! - Soal dana infrastruktur desa, sekolah gratis dan KTP berasuransi kesehatan - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan(Foto: Istimewa)

LENSAINDONESIA.COM: Kegiatan reses anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ternyata menampung beragam aspirasi warga. Hal ini terungkap dalam laporan hasil kegiatan reses I tahun 2013 DPRD Provinsi Jawa Barat.

Dalam laporannya, Fraksi Partai Demokrat mengungkapkan, mayoritas masyarakat menyampaikan aspirasinya, agar bantuan Pemprov Jabar sebesar Rp 100 juta untuk pembangunan infrastruktur desa, agar dibagikan merata ke semua Desa dan kelurahan yang ada.

Baca juga: Komisi E Tinjau Persiapan Soft Opening Gedung Baru DPRD Jabar dan DPRD Jabar bentuk Pansus LKPJ

Selain bantuan desa, disampaikan juga aspirasi mengenai masih cukup mahalnya biaya pendidikan. Masyarakat meminta pemerintah tidak setengah-setengah dalam mengeluarkan kebijakan. Janji Gubernur untuk menggratiskan sekolah sampai jenjang SMA dan sederajat diharapkan dapat terealisasi bulan Juli 2013, gratis dan tidak ada pungutan liar.

Sementara itu, Fraksi PDIP dalam laporan resesnya menyampaikan, pelayanan publik masih bersifat birokratis dan belum partisipatif bagi masyarakat. Program pembangunan yang ada pun masih bersifat top-down belum bottom-up, sehingga ketergantungan pada pemda masih tinggi.

Fraksi PDIP juga meminta program ‘universal coverage’ bidang kesehatan yang direncanakan berupa KTP berasuransi, segera dipersiapkan dan direalisasikan, agar masyarakat bisa segera terlayani. Hal ini dapat mengurangi tingkat kematian yang disebabkan terlambatnya pelayanan pasien oleh rumah sakit.

Sedangkan Fraksi Partai Golkar dalam laporannya menyoroti masih banyaknya keluhan dari kepala desa yang belum menerima bantuan Rp 100 juta seperti yang telah dijanjikan Gubernur. FPG juga menyoroti masih banyaknya masyarakat yang tidak mampu hampir di seluruh kota/kabupaten, yang belum menikmati pelayanan kesehatan melalui Jamkesda maupun Jamkesmas.

Pemprov Jabar diharapkan juga membuat skema berbagai bentuk kredit ataupun dana bergulir yang lebih mudah diakses bagi masyarakat, baik yang disalurkan melalui lembaga perbankan maupun lembaga non bank.

Melihat aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, Fraksi PPP dalam laporannya meminta agar Pemprov Jabar memberikan perhatian lebih, dalam memenuhi kekurangan PPL dan PKL pertanian, kehutanan, peternakan dan perikanan, baik dari aspek jumlah maupun kesejahteraannya.

Sebagaimana fraksi yang lain, FPPP juga menggarisbawahi agar Pemprov Jabar lebih fokus lagi dalam mengupayakan pembangunan infrastruktur jalan menuju dan menghubungkan sentra-sentra produksi terutama produksi pertanian di Jabar.

Selain masalah infrastruktur jalan, pembangunan infrastruktur irigasi juga mendapatkan sorotan dari sejumlah fraksi. Fraksi Gerindra dalam laporan resesnya mengemukakan pentingnya perbaikan irigasi untuk menanggulangi kebutuhan air bagi pertanian saat musim kemarau.

Pada paripurna yang sama, Fraksi PAN menyampaikan keluhan petani terkait kelangkaan pupuk dan sarana produksi pertanian yang terjadi pada setiap musim tanam. Pemerintah diminta secara proaktif, antisipatif, responsif dan bertindak tegas terhadap setiap penyelewengan distribusi pupuk serta meninjau kembali tata niaga pupuk yang berjalan saat ini.

Belum optimalnya keberadaan lembaga keuangan mikro yang memfasilitasi kepentingan ekonomi masyarakat kecil dan menengah, menjadi sorotan Fraksi Hanura-PKB dalam laporan resesnya. Dikemukakan, sebagai upaya antisipasi terhadap hal tersebut, pemerintah perlu melakukan upaya penguatan kegiatan usaha koperasi di daerah melalui program-program yang secara langsung dapat menstimulus peningkatan ekonomi masyarakat.

Pemerintah juga perlu melakukan pengawasan terhadap lembaga keuangan yang pada tataran operasional di lapangan sering kebablasan dan menimbulkan konflik di masyarakat.

Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat tentang Laporan Reses I Tahun Sidang 2013 yang dipimpin Ketua DPRD Irfan Suryanagara, Rabu (3/4/2013) ini, berjalan cukup singkat, kurang dari 30 menit. Hal ini karena setiap fraksi hanya diminta untuk menyerahkan laporan hasil kegitan resesnya.@husein


Editor: +Khairul Fahmi

I am an inventor, a writer and wordsmith.…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 

Berita Terkait:

lensaindonesia.com

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below