Hary Tanoe Ikuti Jejak Sri Sultan di NasDem

Hary Tanoe Ikuti Jejak Sri Sultan di NasDem

Headline

inilah.com, Jakarta – Kabar mundurnya Hary Tanoesoedibjo dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) telah mempertegas adanya konflik di tubuh partai itu. Sebelumnya diberitakan, konflik terjadi antara Hary Tanoe dan Surya Paloh terkait rebutan posisi Ketua Umum Partai NasDem.

Surya Paloh disebut-sebut akan merebut posisi ketua umum dalam Kongres I NasDem 23-27 Januari 2013. Untuk menempati posisi tersebut diprediksi jalan Surya akan mulus. Sebab, dikabarkan sudah terjadi polarisasi dan Surya telah mendapat dukungan dari kelompok tua.

Menurut pengamat politik UI, Bonny Hargens, kelompok tua gencar menggosok Surya Paloh agar menguasai Partai NasDem. Mereka melihat parpol berlogo kepala Rajawali itu punya peluang dalam Pemilu 2014.

“Bibit perpecahan muncul ketika NasDem lahir menjadi parpol. Ada kelompok tua yang terdiri dari pensiunan jenderal dan alumni Golkar, punya nafsu besar. Mereka rajin memprovokasi Surya Paloh agar berkuasa di Partai NasDem,” jelas Bonny kepada inilah.com, kemarin.

Namun, Bonny tidak bersedia mengungkapkan siapa sajakah kelompok tua dimaksud. Sedangkan Harry Tanoe, yang sering disapa HT, kata Bonny, dikenal sangat dekat dengan kelompok muda di NasDem. Ketika ada anak muda NasDem yang diganggu membuat HT gundah.

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Sugeng Suprawoto menepis adanya konflik tersebut. Sugeng, yang loyalis Surya Paloh itu mengklaim seluruh kader partai mendukung bos Media Group itu untuk memimpin Partai NasDem.

“Tidak ada konflik internal. Tidak ada setuju atau tidak setuju, setelah partai ini dibangun oleh Surya Paloh, kami akan mengembalikannya kepada Surya Paloh,” kata Sugeng di Kantor KPU pekan lalu.

Dia menjelaskan, kongres Partai NasDem yang akan digelar nanti tidak ada pemilihan ketua umum. Namun, kongres akan secara langsung memutuskan Surya Paloh memimpin Partai NasDem.

“Kami akan mengukuhkan Pak Surya Paloh sebagai ketua umum. Kami meminta Surya Paloh untuk memimpin partai NasDem ke depan. Sebab, hanya Surya Paloh yang dapat menyelaraskan salah satu partai baru yang lolos ke ajang pertarungan Pemilu 2014,” jelas Sugeng.

Berita mundurnya tokoh NasDem sebelumnya juga terjadi. Adalah Ketua Dewan Pembina (Ormas) Nasional Demokrat (NasDem), Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dia mundur lantaran ormas itu menjadi partai politik.

“Sejak awal dibentuk tidak ada kesepakatan organisasi masyarakat (ormas) Nasional Demokrat (Nasdem) akan menjadi partai politik, karena saat ini ada deklarasi Partai NasDem, maka saya memilih mundur,” kata Sultan di Sleman ketika itu.

Patut diduga mundurnya dua tokoh itu lantaran kecewa atau mungkin merasa dibohongi Surya Paloh. Atau patut ditengarai juga ketika Ormas NasDem didirikan sebenarnya Surya Paloh tengah mempermainkan strategi politik untuk mengantarkan dirinya agar tetap eksis di panggung politik. Sebab, sebelumnya Surya telah gagal menjadi Ketua Umum Partai Golkar, sehingga kali ini dia tidak boleh gagal lagi menjadi Ketua Umum Partai NasDem.

Bila posisi Ketua Umum Partai NasDem ditangannya, maka jalan untuk maju sebagai calon presiden 2014 semakin terbuka, terlebih namanya selama ini telah disebut-sebut sebagai salah satu capres. [yeh]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Produksi Gas Akan Tingkatkan Rasio Elektrifikasi

    Produksi Gas Akan Tingkatkan Rasio Elektrifikasi

  • Dahlan Pilih Tengok Sapi

    Dahlan Pilih Tengok Sapi