Gara-gara Harrier Anas, Direktur Duta Motor Digarap KPK

JAKARTA – Pemeriksaan saksi untuk tersangka dugaan gratifikasi proyek Hambalang Anas Urbaningrum terus digencarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selasa (5/3), pemeriksaan saksi mengarah kepada proses transaksi jual beli Toyota Harrier yang diduga jadi gratifikasi untuk bekas Anggota DPR dan Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Kali ini komisi antirasuah itu memanggil Direktur PT Duta Motor Hadi Wijaya dalam kapasitas sebagai saksi untuk tersangka Anas.

Pantauan JPNN, sekitar pukul 10.30 Hadi Wijaya tiba di markas Abraham Samad Cs. Ia mengenakan kemeja abu-abu lengan panjang. Hadi langsung memasuki loby KPK. Dia membenarkan diperiksa sebagai saksi untuk Anas terkait mobil Harrier.

"Iya soal Anas," kata Hadi kepada wartawan, Selasa (5/3), di kantor KPK, di Jakarta. Dia membantah pernah bertemu dengan bekas Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam itu. "Tidak, tidak pernah," kata bos dealer mobil di kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat, itu.

Kepala Bagian Informasi dan Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha membenarkan lembaga antikorupsi itu memeriksa Hadi Wijaya. "Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AU," katanya, Selasa (5/3).

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan Anas sebagai tersangka  dengan sangkaan melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU 20/2001 tentang UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (boy/jpnn)