Fight Like Ahok YouTube

Fight Like Ahok YouTube


Muncul dari kaum minoritas, Tionghoa dan non-Muslim, seorang Basuki Tjahaja Purnama mampu memikat hati warga Belitung yang mayoritas Muslim. Ahok, demikian sapaan akrabnya, berani melawan budaya politik uang yang sudah menjadi bumbu perpolitikan Indonesia. Sebelum dipasangkan dengan Joko Widodo, Basuki memang belum dikenal warga Jakarta. Padahal, dari Bupati Belitung Timur, dia menjadi anggota Fraksi Partai Golkar di Komisi II DPR RI. Dari Belitung, rupanya Basuki meminta izin kepada rakyatnya untuk dikirim ke pusat. “Mau tahu enggak kenapa aku mau ke DPR RI? Aku mau nakut-nakutin gubernur nanti, ngeri enggak dia? Aku harap kalau dia ngeri, dia baik-baik sama rakyat, gitu maksud aku,” kata Ahok, suatu waktu pada tahun 2009. Itulah sepenggal kisah Ahok yang dimuat dalam film dokumenter “Fight Like Ahok” karya almarhum Chandra Tanzil dan Amelia Hapsari, yang akan diputar mulai Kamis, 6 Desember 2012. Dokumenter berdurasi 38 menit ini menggambarkan perjalanan politik Ahok maju ke pusat tanpa perlu mengeluarkan uang untuk memasang billboard atau baliho. Bukan hanya itu, dia juga harus berhadapan dengan sentimen SARA sebagai kaum minoritas di pulau yang mayoritas Muslim. “Dia bilang rakyat butuh kita, aduuuh… muka minyak babi kaya kita apa yang dibutuhkan, Pak, dia bilang,” begitu omongan yang masuk dalam klip “Fight Like Ahok”. Namun, begitulah Basuki. Dia mampu melawan rumor, data statistik, dan prediksi lembaga survei saat maju di Pilkada DKI Jakarta.