Fadli Zon: Diundang Lurah Saja Kami Hargai, Apalagi Presiden

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon membenarkan bahwa Prabowo diundang Presiden dan Fadli akan ikut mendampingi dalam pertemuan tersebut.

Fadli menceritakan undangan untuk Prabowo disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi pada hari Sabtu (9/3) lalu.

“Kami sangat menghormati undangan Presiden. Diundang lurah saja kami menghargai, apalagi oleh Presiden,” katanya.

Ia menegaskan bahwa silaturahmi dalam politik adalah yang penting dan bisa mendewasakan politik.

Fadli mengaku belum tahu apa agenda yang akan dibicarakan antara Prabowo dengan Presiden SBY dan Prabowo.

Prabowo saat ini menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), dan Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) disebut-sebut sebagai calon presiden untuk Pemilu 2014 dari Partai Gerindra.

Pada Pemilu 2009, Prabowo menjadi calon wakil presiden dan berpasangan dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden.

Pasangan Megawati dan Prabowo kalah bersaing dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono dalam pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI pada tanggal 8 Juli 2009.

Pada Pemilu 2009, hanya dalam satu putaran, pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono menang dengan meraih 73.874.562 suara atau 60,80 persen dari 121.504.481 suara sah, sedangkan pasangan Megawati Soekarnoputeri dan Prabowo Subianto mengantongi 32.548.105 suara atau 26,79 persen, dan pasangan Jusuf Kalla dan Wiranto hanya mendapat 15.081.814 suara atau 12,41 persen.