Endriartono Minta Arogansi Polri-TNI dihilangkan

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Endriartono Sutarto menilai ego sektoral polisi maupun TNI harus segera dihilangkan.

Demikian dikatakan Endriartono menanggapi peristiwa pembakaran Kantor Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatra Selatan oleh sejumlah anggota TNI, Kamis (7/3) siang.

“Inikan masalah klasik,” tukas Endriartono.

Konflik antarinstitusi keamanan di OKU berawal dari pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh salah seorang anggota TNI pada bulan Januari lalu. Polisi lalu lintas kemudian menembak anggota TNI yang menolak untuk ditilang hingga meregang nyawa.

Keluarga anggota TNI yang menjadi korban penembakan tersebut lantas marah, setelah polisi yang mengeluarkan tembakan tersebut tidak kunjung selesai diproses.

“Karena masalah lalu lintas, terus ditembak enggak wajar juga. Bagaimanapun nyawa sangat berharga,” kata Endriartono.

Ia mengatakan, tidak selayaknya seorang polisi lalu lintas membawa senjata api jika sistem penanganan pelanggaran lalu lintas sudah matang.

“Saya rasa perlu dipertanyakan juga polantas bersenjata. Sebab, kalau peralatan memadai enggak perlu ada senjata yang dibawa polantas. Makanya, sistem harus berjalan dengan baik. Kalau ada pelanggaran lalu lintas dan kabur, lacak saja pelat nomernya dan diproses dengan data yang ada,” kata Ketua Dewan Pembina Partai NasDem tersebut.

Namun demikian, kata Endriartono, yang terpenting adalah membangun kultur sehat tanpa arogansi antara kedua instansi tersebut. “Arogansi sektoral TNI dan Polri harus dihilangkan,” tukasnya. (Donny Andhika AM)

Editor: Edwin Tirani