Diterpa Konflik, PD Kini jadi Tertawaan PKS

JAKARTA – Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan elektabilitas Partai Demokrat saat ini tengah menukik. Untuk bangkit kembali, partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu disarankan mencontoh langkah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang cepat melakukan konsolidasi internal.

Qodari juga menyebutkan langkah yang harus ditempuh untuk menaikkan tingkat keterpilihan partai berlambang mercy itu. Pertama, dalam menjaring daftar calon sementara (DCS) dan DCT legislatif, PD harus mengakomodasi semua kubu. Kedua, harus cepat menemukan nakhoda baru.

"Ketua Umum definitif suatu keniscayaan, tidak bisa tidak, PKS saya kira ketawa-ketawa saat ini, karena menang Pilkada Jabar," kata Qodari dalam diskusi dengan tema Efek Anas Makin Panas di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (2/3).

Nah, yang ketiga, M Qodari menyarankan SBY tidak lagi terjebak dalam manajemen konflik yang terjadi di internal PD. Jika hal ini masih berlangsung sampai 2014, maka PD tidak akan bisa bangkit. Karena melihat peta politik nasional, parpol besar seperti Golkar dan PDIP sudah konsentrasi mengurus eksternal partai.

Karena itu dia menyarankan PD harus menarik variabel konflik yang ada di dalam internalnya. Sedangkan untuk menentukan Ketum PD, haruslah diambil dari kader PD, bukan dari luar partai. Karena kalau dari luar partai maka orang beranggapan PD bukan partai politik, tapi kendaraan politik.

"PD harus lakukan konsolidasi dengan cepat seperti PKS yang langsung menempatkan Anis Matta pengganti Luthfi Hasan (terangka korupsi). SBY juga harus berhenti jadi variabel konflik, karena dia presiden," pungkasnya. (Fat/jpnn)