Disebut Layak Jadi Ketum Demokrat, Marzuki Serahkan pada Kader

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Kekosongan di kursi Ketua Umum Partai Demokrat memunculkan spekulasi sejumlah nama yang disebut berpeluang mengisi posisi tersebut. Apalagi, partai politik pada April nanti harus segera menyerahkan daftar calon sementara (DCS) yang wajib diteken ketum dan sekjen partai.

Nama anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Marzuki Alie ramai disebut sebagai calon pengganti Anas Urbaningrum sebagai ketum.

Tak mengherhankan, Marzuki sebelumnya merupakan salah seorang kandidat yang perolehan suaranya di bawah Anas saat kongres Partai Demokrat memilih ketua partai di Bandung, 2010 lalu.

“Saya ini orangnya selalu melaksanakan sesuatu sebaik-baiknya. Kalau ada niatan kader harus dihargai, ” kata Marzuki di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (28/2).

Ketua DPR itu mengungkapkan pemilihan ketum harus dilakukan melalui kongres, dan dalam kongres semua kader berhak menyampaikan aspirasinya masing-masing.

Alasannya, tidak elok jika mendahului kompetisi sebelum kongres dilaksanakan. Apalagi saat ini, imbuh Marzuki, Partai Demokrat dalam situasi tengah berbenah.

Hanya saja, Marzuki tidak akan menolak bila kongres nanti menginginkannya maju sebagai calon ketum. Sebagai kader Demokrat, ia ingin memberikan yang terbaik bagi partai berlambang bintang mercy itu.

“Yang menentukan siap (menjadi ketum) atau tidak itu orang yang ,menilai. Jangan saya yang bilang saya bagus, itu tak baik,” ujarnya.