Demokrat: Seharusnya Anas Bisa Cegah Ical dan Prabowo di Pilpres

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sesuai skenario Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), saat Kongres Partai Demokrat 2010 lalu, seharusnya Anas Urbaningrum menjadi calon presiden (capres) yang diusung partai. Sayangnya, skenario untuk memajukan Anas menjadi capres tinggal cerita lama.

Sekretaris Departemen Pemajuan dan Perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik mengatakan seharusnya Anas bisa mencegah capres yang diusung Partai Golkar, Aburizal Bakrie (Ical) dan capres dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto, memenangkan pemilihan presiden (Pilpres) 2014 mendatang.

“Seharusnya Anas bisa mencegah Ical dan Prabowo menjadi presiden, tapi karena polemik ini malah menjadikan kondisi semakin kritis,” kata Nashidik di Jakarta, Rabu (27/2).

Lantaran Anas tidak menuruti skenario yang disusun SBY, kini polemik justru menimpa mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu. Bahkan, tidak hanya gagal diusung sebagai capres, Anas juga harus mundur dari kursi jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Akhir pekan lalu Anas akhirnya menyatakan mundur selaku Ketua Umum sekaligus meninggalkan Partai Demokrat usai ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pusat pelatihan olahraga di Hambalang, Jawa Barat.