Demokrat Gamang Antara Pelaksana Tugas atau KLB

Anas Effect
Demokrat Gamang Antara Pelaksana Tugas atau KLB

Headline

ist

inilah.com, Jakarta – Partai Demokrat kini dilanda kegamangan. Pasca-berhentinya Anas Urbaningrum dari Ketua Umum Partai Demokrat, partai biru berlambang mercy ini seperti jalan di tempat. Ironi sebuah partai penguasa.

Silang kata dan pendapat terjadi secara terbuka di antara kader Partai Demokrat. Sulit menepis nuansa perbedaan pandangan di antara mereka. Setidaknya, ada kelompok yang mendorong Kongres Luar Biasa (KLB) dan ada pula yang cukup dengan penunjukan Pelaksana Tugas. Kelompok pendorong KLB identik dengan kelompok Anas Urbaningrum dan kelompok pendorong Plt kelompok SBY.

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Amir Syamsuddin mengisyaratkan cenderung memilih Plt untuk menggantikan posisi Anas Urbaningrum. “Ada di dalam AD/ART kok. Tetapi tidak usah terlalu risaulah kalian itu,” ujar Amir sebelum rapat dengan Komisi Hukum DPR di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (6/3/2013).

Amir yang juga Menteri Hukum dan HAM ini memastikan opsi yang dipilih Partai Demokrat dipastikan sesuai dengan AD/ART partai, peraturan organisasi, dan UU. “Kita tidak akan keluar dari itu,” cetus Amir.

Menurut Amir, dari sisi waktu pendaftaran daftar calon sementara (DCS) masih satu bulan lagi. Pihaknya optimistis, pada saatnya, Partai Demokrat dapat menyelesaikan persoalan ini. “Kami tahu apa yang kami kerjakan,” cetus Amir.

Sementara Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Saan Mustopa mengatakan secara implisit keberadaan Plt Ketua Umum Partai Demokrat memang tidak diatur dalam AD/ART Partai Demokrat terkait siapa yang berwenang mengangkatnya. “Di AD/ART secara implisit tidak dijelaskan siapa yang angkat Plt,” ujar Saan.

Bagi Saan, menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) menjadi jalan yang paling rasional ditempuh untuk mengakhiri polemik di internal partai. “KLB lebih bisa memberikan kepastian,” tegas orang dekat Anas Urbaningrum ini.

Menurut dia, dari sisi teknis pelaksanaan, sebenarnya tidak menjadi soal. Ia merujuk pelaksanaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat pada 17 Februari 2013 lalu yang dilakukan persiapan hanya seminggu. “Satu bulan dari sekarang cukuplah untuk menyiapkan KLB,”' tambah Saan.

Ruhut Poltak Sitompul menyebutkan pihak-pihak yang menginginkan KLB di Partai Demokrat merupakan para pendukung Anas Urbaningrum. Menurut Ruhut, klaim pendukung Anas masih memiliki kekuatan mayoritas di cabang dan daerah. “Padahal 99,99 persen pendukung SBY,” kata Ruhut.

Kendati demikian Ruhut berpendapat, lebih baik Majelis Tinggi memilih Plt daripada menggelar KLB. Bagi Ruhut, dengan menunjuk Plt, risiko politik lebih minim. “Dengan Plt untuk menghindari ribut, bukan takut kekuatan Anas,” tandas Ruhut. [mdr]

Rekomendasi Untuk Anda


  • 'Jailbreak' Seharusnya Legal?

    ‘Jailbreak’ Seharusnya Legal?

  • Gilas Shakhtar, Penegasan Dortmund

    Gilas Shakhtar, Penegasan Dortmund