Dasrul Tak Ikut Pertemuan dengan Korlantas

JAKARTA – Anggota Komisi III DPR Dasrul Jabbar mengaku ditanya penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, soal adanya pertemuan antara sejumlah anggota Komisi Hukum dengan Korlantas Polri membahas proyek Simulator.

Hal itu diungkapkan Dasrul yang juga politisi Partai Demokrat ini usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan korupsi Simulator SIM Korlantas Polri, Kamis (7/3).

"Pertanyaan bukan kepada anggota DPR, tapi kepada saya. Apakah saya pernah tahu atau ikut dalam pertemuan-pertemuan,  saya bilang saya tidak pernah ikut dalam pertemuan itu dan saya tidak tahu kalau ada pertemuan itu. Itu yang saya jawab," katanya.

Dasrul juga mengakui ditanya soal apakah ada aliran dana dari Korlantas ke oknum Komisi III DPR. "Ada (ditanya), saya jawab tidak tahu. Itu jawab saya," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak internal KPK tengah mendalami adanya dugaan  pertemuan antara Komisi III DPR dengan kepolisian termasuk Korlantas Mabes Polri. Juru bicara KPK Johan Budi sebelumnya menyatakan alasan KPK memeriksa Dasrul. "Bisa jadi karnea dianggap tahu, mendengar," kata Johan, Kamis (7/3) di Jakarta.

Dalam kasus simulator itu, KPK menetapkan mantan Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri Irjen Pol Djoko Susilo sebagai tersangka pada tanggal 27 Juli bersama dengan Brigadir Jenderal Polisi Didik Purnomo, Wakil Kepala Korlantas nonaktif. Selain itu Budi Susanto selaku Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA), perusahaan pemenang tender pengadaan simulator, dan Sukotjo S. Bambang sebagai Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI) yang menjadi perusahaan subkontraktor dari PT CMMA juga telah ditetapkan menjadi tersangka. (boy/jpnn)