Busyro: Tanpa Anas KPK Tetap Kembangkan Kasus Century

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan akan tetap mengusut kasus Bank Century ada atau tidak ada peran mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Bagi KPK, informasi Anas memiliki data terkait kasus bailout senilai Rp 6,7 triliun itu tidak berpengaruh apa-apa.

“Tanpa (Anas) membongkar atau tidak, KPK akan mengembangkannya,” kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqqodas disela-sela rapat Tim Pengawas Bank Century di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (27/2).

Busyro meminta, Anas lebih baik fokus terhadap pasal yang sudah dikenakan KPK. Bukan mengatakan hal yang lainnya. “Sampai sekarang fokus pada pasal yang sudah didakwakan,” kata Busyro. Anas dijerat Pasal 12 b dan a, atau Pasal 11 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Terkait pembentukan Komite Etik atas bocornya draft surat perintah penyidikan (Sprindik) Anas, Busyro mengatakan hari ini sidang perdana Komite Etik. Pimpinan KPK menyerahkan sepenuhnya masalah itu kepada mereka.

“Nanti kita lihat, kami sepenuhnya menyerahkan pada Komite Etik. Kita hargai Komite Etik. Komite Etik punya kewenangan penuh,” kata Busyro.

Sebelumnya, juru bicara Partai Hanura Yuddy Chrisnandi mengungkapkan pertemuannya bersama sejumlah politikus di kediaman Anas Urbaningrum di Jakarta Timur membahas kasus Bank Century. Anas bersedia membongkar kasus bail out senilai Rp6,7 triliun tersebut.

Yuddy mengatakan, ada isu yang beredar uang bailout Bank Century mengalir ke Partai Demokrat. Namun masalah ini sebenarnya sudah terbantahkan oleh laporan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan dalam Panitia Khusus Hak Angket DPR untuk Bank Century.

Anggota Tim Pengawas Bank Century Hendrawan Supratikno menilai, Anas perlu dipanggil. Karena itu, Tim Pengawas akan mengagendakan memanggil Anas. Rencana itu menimbulkan polemik. Karena Ketua DPR Marzuki Alie tidak setuju. Menurut Marzuki, pemanggilan Anas melanggar amanat rapat paripurna. (Andhini/Dor)