Besok PKS Polisikan KPK

Besok PKS Polisikan KPK
Minggu, 12 Mei 2013 , 20:26:00 WIB

RMOL. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan melaporkan tindakan “kesewenang-wenangan” terkait penyegelan dan upaya penyitaan di kantor DPP PKS ke Mabes Polri. PKS sudah menunjuk tim kuasa hukum dan laporan akan disampaikan besok.

“Bahan laporannya SOP (Standard Operasional Prosedur) penyitaan KPK. Kemungkinan ada lima sampai tujuh dugaan pelanggaran yang dilakukan KPK yang sudah kami buat,” ujar Wakil Sekjen PKS, Fahri Hamzah, di kantor DPP PKS, Jakarta, Minggu (12/5).

Fahri yang dulu aktif di Komisi III DPR menjelaskan, laporan akan disampaikan PKS melalui pengacara Fauzal Muslim SH dari kantor Provisi Law Office. Dia menjelaskan penyitaan yang dilakukan Senin(6/5) lalu tidak sesuai dengan SOP penyitaan KPK.

Mengacu pada SOP penyitaan oleh KPK, yang harus menyerahkan adalah pemilik atau yang terkait dengan pemilik, dalam hal ini Luthfi Hasan Ishaaq. Sementara ibarat mal, kantor DPP PKS sebagai pihak yang dititipi.

“Yang terjadi di PKS itu hanya di halaman kantor. Kita dititipkan orang, lalu ada orang lain yang tidak pakai pengenal, tidak bawa surat-surat mau ngambil. Posisi PKS seperti mal. Itu ada orang titip mobil. Terus yang nitip bulum balik lagi, jadi tidak bisa orang sembarang ambil, harus bawa surat-suratnya. Nanti kita disalahin kalau diserahkan begitu aja,” beber Fahri.

Tidak benar, tegas dia, KPK punya SOP penyitaan berbeda seperti disampaikan Indonesia Corruption Watch (ICW). SOP penyitaan KPK yang ditandatangani dan disetujui Ade Raharja selaku Direktur Penindakan KPK yang mulai berlaku 29 Oktober 2010 jelas bahwa prosedur penyitaan KPK mengakomodir sepenuhnya prosedur yang ada dalam KUHAP.

“Bohong kalau ada yang mengatakan KPK punya prosedur sendiri. Kalau ICW bilang begitu ICW menjerumuskan KPK ke lumpur kehancuran,” tegas dia.

Fahri menjelaskan pihak yang dilaporkan besok bukan pimpinan KPK dan KPK secara kelembagaan, tapi Jurubicara KPK Johan Budi SP.

“Ini tidak ada hubungannya dengan istitusi. Ini soal 10 orang yang datang ke PKS dan Johan Budi yang pernyataannya fatal,” demikian Fahri.[dem]

rmol.co