Wiranto Tak Mau Mikirin Jokowi

Wiranto Tak Mau Mikirin Jokowi

Headline

Calon Presiden Wiranto dan Joko Widodo atau Jokowi – (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jember – Calon Presiden dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto, tak mau memikirkan capres yang dianggap lawan terberat, Joko Widodo atau Jokowi.

Wiranto enggan energinya tersita lantaran PDIP resmi mengusung Jokowi, yang menurut berbagai lembaga survei elektabilitasnya sangat tinggi. Wiranto belum mau berkompromi politik.

“Kami fokus memenangkan pemilihan umum legislatif dulu. Kami tetap serius. Kami pada tahap terakhir meyakinkan masyarakat bahwa Partai Hanura ikhlas tulus memperjuangkan rakyat,” kata Wiranto, usai kampanye di di Gedung Serba Guna Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (20/3/2014).

Hanura ingin melaksanakan pesan para pendiri negara. Juga Hanura ingin membangun negara Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

“Selama 69 tahun kita merdeka, kita belum sepenuhnya mewujudkan pesan dan warisan itu,” kata Wiranto.

Salah satunya yang disorot Wiranto adalah belum berdaulatnya pangan di Indonesia. Padahal, Indonesia pernah swasembada beras.

“Saat ini kita sedih dan khawatir dengan komoditas pangan, seperti buah-buahan, susu, yang tergantung luar negeri. Kita belum mampu menjadi satu negara yang dapat memenuhi kebutuhan sebagian besar pangan bagi bangsa Indonesia,” jelas Wiranto.

Tidak hanya itu, lanjut dia, persoalan energi juga kita masih tergantung pihak asing. Padahal, energi itu diambil dari sumber daya alam Indonesia.

“Belum lagi kita bicara kedaulatan energi, kedaulatan kebudayaan. Ini semua jadi pekerjaan rumah pemerintah akan datang untuk melakukan langkah serius,” tambah Wiranto. [beritajatim]

Rekomendasi Untuk Anda



  • “Sudah Saatnya Gerrard Angkat Piala Liga Primer”

  • Mereka-reka Cawapres Jokowi

    Mereka-reka Cawapres Jokowi

Inilah.com

Jokowi Paling Bersinar, HT Dongkrak Hanura

Jokowi Paling Bersinar, HT Dongkrak Hanura

Headline

Joko Widodo (Jokowi) dan Hary Tanoesoedibjo (HT) – (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta – Joko Widodo (Jokowi) menempati posisi pertama dalam 10 tokoh muda paling bersinar 2014.

Direktur Institute Transformation Studies (Intrans) Andi Saiful Haq mengungkapkan Jokowi menempati posisi pertama dari hasil riset yang dilakukan dalam kurun waktu Desember hingga Maret 2014.

Jokowi disusul Hary Tanoesoedibjo (HT) Gita Wiryawan, Basuki Tjahaja Purnama, Rusdi Kirana, Muhaimin Iskandar, Tri Risma Harini, Ganjar Pranowo, Dino Pattijalal dan Muhammad Lutfi.

Menurut Saiful, kepemimpinan Jokowi di DKI telah menunjukkan banyak prestasi dan dilihat publik sebagai bukti kepiawaian Jokowi sebagai birokrat. Popularitasnya terus melambung dan sulit terbantahkan.

Selain itu, keputusan HT masuk ke Hanura, dari hasil riset awal hanya mampu menaikkan elektabilitas Hanura sekitar 1 hingga 2 persen. Lambat laun, perannya yang menonjol di partai pimpinan Wiranto itu membuat publik banyak mengetahui visi dan misi Hanura.

“HT mampu mengangkat Hanura ke partai papan tengah. Jika dilihat dari berbagai survei Hanura kini berkisar antara 6-8 persen,” ujar Saiful dalam jumpa pers hasil survei Intrans di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/3/2014).

Untuk popularitas tokoh muda yang berpengaruh terhadap elektabilitas partai, berturut-turut Hary Tanoesoedibjo, Jokowi, Rusdi Kirana, Gita Wiryawan, Basuki Tjahaja Purnama, Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, Budiman Sudjatmiko, dan Puan Maharani. [rok]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Tersingkir dari UCL, City Juara Liga Inggris?

    Tersingkir dari UCL, City Juara Liga Inggris?

  • Lawan yang Dihindari Barcelona di Perempatfinal LC

    Lawan yang Dihindari Barcelona di Perempatfinal LC

Inilah.com

Hanura Akan Tempatkan Hary Tanoe Sebagai Petinggi

Hanura Akan Tempatkan Hary Tanoe Sebagai Petinggi

Headline

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura Akbar Faisal – IST

inilah.com, Jakarta – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) akan mempersiapkan tempat khusus untuk Hary Tanoesoedibjo.

“Pokoknya posisi yang layak untuknya,” kata Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura Akbar Faisal kepada inilah.com, Jakarta, Senin (21/1/2013).

Hary Tanoe akan melepas jabatannya sebagai ketua dewan pakar Partai Nasional Demokrat (NasDem). Hanura siap menampung bos media itu.

“Pasti salah satu petinggi. Tapi itu otoritas Pak Wiranto sebagi ketua umum partai,” tegas Akbar. [rok]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Hary Tanoe Berat Hati Mundur dari NasDem

    Hary Tanoe Berat Hati Mundur dari NasDem

  • SBY: Warga Pinggir Sungai di DKI Harus Direlokasi

    SBY: Warga Pinggir Sungai di DKI Harus Direlokasi

Hary Tanoe: Saya Sangat Menguasai Ekonomi Bisnis

Ketua Umum Partai Hanura Wiranto (kanan), dan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo (kiri)

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG — Cawapres dari Partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo mengatakan Indonesia butuh pemimpin yang memiliki integritas tinggi. Sehingga mampu diandalkan dalam menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi bangsa dan rakyat di negeri ini.

“Mengapa integritas yang dibutuhkan? Karena di dalamnya mengandung nilai kejujuran, ketulusan serta semangat pengabdian yang tinggi kepada rakyat yang dipimpinnya,” katanya di Kupang, Sabtu (2/11).

Ia mengatakan, pemimpin yang berintegritas memiliki hati nurani untuk berkorban kepada rakyatnya. Namun tetap menempatkan nilai-nilai kemanusiaan pada arus yang tepat. Termasuk menjaga nilai serta norma hukum yang berlaku.

“Dalam kondisi itu upaya penegakan hukum akan bisa berjalan dengan adil. Karena upaya penegakan hukum dilakukan atas dasar ketulusan dan kejujuran,” ujarnya.

Sementara pemimpin yang memiliki kompetensi, menurut dia, sangat berkaitan dengan penguasaan strategi dan kebijakan dalam upaya pencapaian kesejahteraan dan kemakmuran seluruh warga negara. 

“Saya sangat menguasai hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi bisnis. Sehingga saya kira bisa saya gunakan untuk memajukan perekonomian masyarakat,” katanya. 

Wiranto, kata Hary, sangat berkompeten di bidang birokrasi dan keamanan negara. Sehingga perpaduan antara integritas dan kompetensi menjadi sebuah kombinasi yang menawan untuk membangun bangsa ini.

Republika.co.id

Wiranto Salip Elektabilitas Prabowo

Ketua Umum Partai Hanura Wiranto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Elektabilitas calon presiden (capres) Hanura, Wiranto ungguli elektabilitas capres Gerindra, Prabowo Subianto.

“Wiranto unggul tipis di atas Prabowo dengan elektabilitas 10,7 persen dan Prabowo sekitar 9,4 persen,” kata peneliti Indonesia Research Center (IRC), Yunita Mandolang, dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (2/11)

Yunita mengatakan, dukungan kepada Wiranto mulai menguat sejak September 2013. Pada bulan sebelumnya yakni Mei, elektabilitas Wiranto masih berada jauh di bawah Prabowo. “Saat itu, elektabilitas Wiranto baru di kisaran 4 persen, sementara Prabowo sudah mencapai sekitar 16 persen,” ujarnya.

Elektabilitas Wiranto melesat, karena berbagai sosialisasi yang gencar dilakukan. Yunita mengatakan sejak Hanura mendeklarasikan pasangan Wiranto–Hary Tanoesoedibjo sebagai capres-cawapres, keduanya terlihat intensif keliling ke berbagai daerah meningkatkan popularitasnya. “Kenaikan itu menggerus suara Prabowo yang selama ini mengunci posisi kedua di berbagai survei,” katanya.

Kalau elektabilitas Wiranto dan Prabowo berselisih tipis, beda lagi dengan Joko Widodo (Jokowi). Elektabilitasnya justru melesat jauh meninggalkan keduanya. Yunita mengatakan Jokowi kokoh di puncak teratas dengan tingkat elektabilitas 36,2 persen. “Joko Widodo masih berada di urutan pertama, dengan tingkat keterpilihan sebesar 36,2 persen,” ujarnya.

Sementara itu, elektabilitas Megawati Soekarnoputri dan Aburizal Bakrie belum banyak bergeser dibandingkan survei IRC yang dilakukan empat bulan lalu. Elektabilitas mereka masih berada di kisaran 8 dan 6 persen.

IRC melakukan survei pemilu 2014  di seluruh provinsi. Responden dipilih secara acak sistematik bertingkat (multistage random).  Data yang terkumpul dari survei tatap muka menggunakan kuesioner yang dijalankan pada 25 September 2013 lalu, saat ini sedang dalam tahap pengolahan dari 8.200 responden atau sekitar 50 persen dari total responden yang ada.

Republika.co.id

Wiranto Salip Elektabilitas Prabowo

Ketua Umum Partai Hanura Wiranto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Elektabilitas calon presiden (capres) Hanura, Wiranto ungguli elektabilitas capres Gerindra, Prabowo Subianto.

“Wiranto unggul tipis di atas Prabowo dengan elektabilitas 10,7 persen dan Prabowo sekitar 9,4 persen,” kata peneliti Indonesia Research Center (IRC), Yunita Mandolang, dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (2/11)

Yunita mengatakan, dukungan kepada Wiranto mulai menguat sejak September 2013. Pada bulan sebelumnya yakni Mei, elektabilitas Wiranto masih berada jauh di bawah Prabowo. “Saat itu, elektabilitas Wiranto baru di kisaran 4 persen, sementara Prabowo sudah mencapai sekitar 16 persen,” ujarnya.

Elektabilitas Wiranto melesat, karena berbagai sosialisasi yang gencar dilakukan. Yunita mengatakan sejak Hanura mendeklarasikan pasangan Wiranto–Hary Tanoesoedibjo sebagai capres-cawapres, keduanya terlihat intensif keliling ke berbagai daerah meningkatkan popularitasnya. “Kenaikan itu menggerus suara Prabowo yang selama ini mengunci posisi kedua di berbagai survei,” katanya.

Kalau elektabilitas Wiranto dan Prabowo berselisih tipis, beda lagi dengan Joko Widodo (Jokowi). Elektabilitasnya justru melesat jauh meninggalkan keduanya. Yunita mengatakan Jokowi kokoh di puncak teratas dengan tingkat elektabilitas 36,2 persen. “Joko Widodo masih berada di urutan pertama, dengan tingkat keterpilihan sebesar 36,2 persen,” ujarnya.

Sementara itu, elektabilitas Megawati Soekarnoputri dan Aburizal Bakrie belum banyak bergeser dibandingkan survei IRC yang dilakukan empat bulan lalu. Elektabilitas mereka masih berada di kisaran 8 dan 6 persen.

IRC melakukan survei pemilu 2014  di seluruh provinsi. Responden dipilih secara acak sistematik bertingkat (multistage random).  Data yang terkumpul dari survei tatap muka menggunakan kuesioner yang dijalankan pada 25 September 2013 lalu, saat ini sedang dalam tahap pengolahan dari 8.200 responden atau sekitar 50 persen dari total responden yang ada.

Republika.co.id

KPU Didesak Benahi DPT Pemilu 2014

KPU Didesak Benahi DPT Pemilu 2014

Headline

Komisi Pemilihan Umum (KPU) – (Foto : inilah.com)

inilah.com, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) didesak menyelesaikan persoalan DPT (daftar pemilih tetap) sehingga tidak lagi terjadi penundaan pengumuman.

“Mereka harus serius dan membuat langkah nyata untuk memperbaiki persoalan yang ada,” ujar Wakil Sekjen Perindo Hendrik Kawilarang Luntungan di Jakarta, Jumat (1/11/2013).

KPU mesti tegas dan segera membuat aturan yang memungkinkan bagi pemilih tidak terdaftar dapat menggunakan KTP untuk menggunakan haknya nanti.

Hendrik berpendapat persoalan DPT bisa segera dibereskan dengan peran aktif Kementerian Dalam Negeri. Kementerian Dalam Negeri turun langsung untuk menyelaraskan data-data sesuai dengan yang dimiliki oleh instansi KPU.

“KPU dalam menentukan DPT perlu menyesuaikan dengan nomor induk kependudukan (NIK) yang dimiliki Kemendagri,” tegas caleg Hanura dari daerah pemilihan Sulawesi Utara ini. [rok]

Rekomendasi Untuk Anda



  • “Ronaldo dan Messi Tak Bisa Kalahkan Rekor Saya”

  • Istri Adiguna: I Don't Speak Indonesia

    Istri Adiguna: I Don’t Speak Indonesia

Inilah.com