Banjir Rendam 1.000 Rumah di Kampung Pulo, 21 Warga Mengungsi

Banjir Rendam 1.000 Rumah di Kampung Pulo, 21 Warga Mengungsi
Kompas/AGUS SUSANTO
Ilustrasi: warga menyelamatkan barang dari luapan Kali Ciliwung yang menggenangi gang sempit di RT 001 RW 03 Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (5/3/2013). Ketinggian air banjir bervariasi dari 30 sentimeter hingga 2,5 meter. Banjir yang mulai pukul 02.30 WIB tersebut merendam ratusan rumah di bantaran Kali Ciliwung.

JAKARTA, Kompas.com – Sebanyak 1.000 rumah di Kelurahan Kampung Pulo, Kecamatan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, dilanda banjir pada Minggu (12/5/2013) pagi. Sebanyak 21 jiwa di antaranya mengungsi di posko pengungsi terdekat. Sementara, sisanya bertahan di lantai dua rumahnya masing-masing.

Lurah Kampung Melayu Bambang Pangestu mengungkapkan, sebanyak 1.000 rumah itu berada di delapan RW yang ada di Kampung Pulo. Adapun ketinggian muka air di masing-masing rumah tersebut diketahui bervariasi. Titik terendah yakni 20 centimeter sementara titik terdalamnya yakni 300 centimeter atau 3 meter.

"Ada 1.528 kepala keluarga dan 3.787 jiwa yang jadi korban. Ada 21 jiwa di RT 11 RW 03 yang mengungsi di Masjid Attawabin," ujar Bambang melaui pesan singkat, Minggu siang.

Bambang melanjutkan, berdasarkan peringatan dari Pintu Air Depok beberapa saat sebelumnya, hujan cukup lebat yang melanda Ciawi, Jawa Barat mengakibatkan muka air di Pintu Air Depok meningkat menjadi 280 centimeter atau Siaga III. Air pun, lanjut Bambang, mulai merendam area pemukiman di Kampung Pulo pukul 04.00 WIB dan menemui puncaknya yakni pukul 10.00 WIB.

Menurut Bambang, status Kampung Pulo yang memang menjadi wilayah pasang-surut air di Sungai Ciliwung tidak menyebabkan kepanikan warganya. Kondisi tersebut, kata Bambang, tak berpengaruh signifikan pada aktivitas warga. Warga tetap melakukan kegiatan seperti biasa.

"Tapi kita tak mau ceroboh. Semua fasilitas, misalnya tenaga medis, obat-obatan dan lain-lain sudah siap. Kalau makanan, warga masih bisa memasak di lantai dua," lanjut Bambang.

Kini, warga hanya bisa pasrah menunggu air surut. Di sisi lain, warga kampung yang akan direlokasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu juga berharap agar cuaca di wilayah-wilayah penyangga Ibu Kota dalam kondisi cerah.

Google.co.id