Anas Melawan, SBY Bertahan?

Anas Melawan, SBY Bertahan?

Headline

Anas Urbaningrum dan Presiden SBY – inilah.com/Ardy Fernando

inilah.com, Jakarta – Setelah dinyatakan tersangka oleh KPK, berbagai kalangan mendesak Anas Urbaningrum membuka seterang-terangnya kasus korupsi di kalangan elite Demokrat, termasuk skandal IT KPU, Centurygate dan Hambalang serta kasus kakap lainnya.

Halaman pertama ditandai dengan mundurnya dari Partai Demokrat, halaman kedua dan ketiga buku harian politik Anas Urbaningrum masih menunggu langkah dan goresan berikutnya.

Para analis menilai, keputusan politik Anas Urbaningrum yang menyatakan berhenti sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, dinilai Majelis Tinggi sebagai bentuk perlawanan terhadap SBY (Majelis Tinggi Partai Demokrat).

Kata “berhenti” bukan mundur, dipersepsikan sebagai sinyal perlawanan dari Anas yang telah resmi menjadi tersangka kasus Hambalang. “Anas memperlihatkan sikap melawan dalam gaya kultur Jawa, dan SBY bertahan seraya mengerahkan seluruh kekuatan dan kekuasaannya dengan cara budaya Jawa pula, dalam bingkai demokrasi, misalnya SBY bertandang ke Gunung Slamet, Tegal ,Jateng. Itu jelas lanngkah politik khas budaya Jawa untuk keselamatan kuasa dan dirinya,” kata pengamat politik Nehemia Lawalata.

Anas Urbaningrum menyatakan berhenti sebagai ketua umum Partai Demokrat setelah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus Hambalang. Anas merasakan adanya faktor non hukum yang membuatnya jadi tersangka. Secara tersirat Anas menyerang beberapa pihak, termasuk kepada tokoh yang dihormatinya selama ini, yakni SBY.

Direktur Pol-Tracking Institute Hanta Yudha menilai Anas tidak akan melakukan perlawanan frontal dan kasar seperti yang dilakukan Nazaruddin dengan berkoar-koar. Namun, Anas juga tidak akan tiarap seperti cara yang dipilih Andi Mallarangeng setelah mundur sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.

“Tentu setelah tidak menjadi ketua umum lagi, perlawanan Anas akan berbeda dengan sebelumnya. Dia pasti akan berhitung dengan cermat. Anas akan membuat jalan perlawanan sendiri,” ujar Hanta.

Hanta berharap, kalau Anas memiliki kartu truf yang disimpannya selama ini, hal itu harus dibuka agar menjadi pintu masuk berbagai kasus dugaan korupsi yang melibatkan orang-orang partai Demokrat dan lingkaran Cikeas.

Terkait ancaman atau rencana Anas yang akan membuka borok-borok internal Partai Demokrat, anggota DPR dan politisi Demokrat Hayono Isman malah mempersilakannya. “Saya mendukung, kalau ada halaman 2 dan halaman 3, kalau Mas Anas punya informasi. Ada yang melakukan korupsi di dalam Partai Demokrat yang diketahui, saya dukung sepenuhnya itu diungkap ke publik,” tegasnya.

Pengamat politik Salim Said melihat, sadar akan kekuatan Anas sebagai politikus dan organisatoris berpengalaman, SBY memerlukan waktu lama sebelum tiba pada keputusan melucuti Anas. Untuk waktu lama SBY terlihat enggan bertindak. Kelambanan itu juga tampaknya disebabkan, bagi SBY, PD dibangun terutama hanya sebagai instrumen untuk menjadi presiden. Tidak terlalu salah menyimpulkan fungsi PD bagi SBY sudah selesai setelah meraih kursi kepresidenan.

Menurut Salim Said yang juga guru besar Fisip Universitas Muhamadiyah Malang, SBY terpaksa turun tangan karena tak seorang pun tokoh PD sanggup menghadapi Anas. Meski untuk tindakan demikian SBY mendapat kecaman banyak pihak karena mengurusi partainya, setelah menganjurkan anggota kabinetnya berkonsentrasi pada urusan mereka sebagai menteri.

Pertanyaannya kini, selepas keputusan Anas jadi tersangka KPK dan berhenti dari Demokrat, Apakah yang akan dilakukan Anas terhadap Cikeas? Bagaimana pula SBY menaikkan elektabilitas PD yang merosot tajam? Setelah ”merebut kembali” PD yang sejak Kongres Bandung ”dibawa lari” Anas, apakah SBY masih mungkin menyelamatkan partai yang ia dirikan?

Makin jelas bahwa Anas dalam posisi melawan dengan caranya sendiri, dan SBY bertahan dengan caranya sendiri pula. Publik menanti apa akhir cerita politik pertarungan ala budaya Jawa ini. Siapa yang rebah dan kalah, hampir pasti mengaku kedigdayaan lawan dalam konteks politik internal Demokrat ini. Sekali lagi, rakyat menanti. [berbagai sumber]

Rekomendasi Untuk Anda


  • La Nyalla Belum Mau Lepas Pemain ke BTN

    La Nyalla Belum Mau Lepas Pemain ke BTN

  • Meski IHSG Jatuh, Jangan Panik

    Meski IHSG Jatuh, Jangan Panik