KORBAN ANGIN PUTING BELIUNG DIBANTU GOLKAR DIY

KORBAN ANGIN PUTING BELIUNG DIBANTU GOLKAR DIY


Angin puting beliung yang menerjang wilayah kalasan sleman, Kamis sore 1 Novemver 2012 mengakibatkan ratusan rumah rusak akibat tertimpa pohon yang tumbang dan diterjang angin puting beliung. Sebagai Partai yang konsen terhadap gerakan pembanguan Partai Golkar dengan cepat membantu membangun. Keesokan harinya, pada hari jumat siang langsung memberikan bantuan logistik untuk dapur umum korban bencana angin puting beliung dan membantu uang tunai jutaan rupiah untuk membantu proses pemulihannya.

Nasional | Kartu ATM Dibobol, Uang Nasabah Rp 74 Juta Lenyap

Samarinda – Seorang nasabah bank swasta nasional di Samarinda menjadi korban pembobolan kartu ATM. Uang Rp 74 juta ludes setelah sebelumnya kartu ATM miliknya tertelan di sebuah mesin ATM yang berlokasi di Jl Slamet Riyadi, Karang Asam, Samarinda.

Kejadian itu dialami nasabah berinisial MY (62), Minggu (20/1/2013) lalu, saat bermaksud ingin bertransaksi di mesin ATM di Jl Slamet Riyadi. Sebelum bertransaksi, MY telah diingatkan seorang ibu yang menyebutkan bahwa mesin ATM tersebut rusak karena kartu ATM-nya tertelan.

“Waktu itu hari Minggu, sekitar jam 8 pagi. Sebelum masuk ke ruang ATM, ada ibu-ibu yang mengingatkan mesin itu rusak dan kartu ATM-nya tertelan. Tapi Bapak saya tetap mencobanya meski akhirnya dibatalkan. Akhirnya kartunya tidak bisa keluar dan tertelan di mesin,” kata Kiki Famala, putri MY, saat mendampingi ayahnya melapor ke Mapolresta Samarinda, Jl Bhayangkara, Selasa (22/1/2013) sore.

Beberapa saat setelah kartu ATM ayahnya tertelan, datang seseorang pria yang tidak dikenal meminta ayahnya menghubungi Call Centre lantaran bank tutup operasional di hari libur.

“Karena ayah saya tidak membawa hp saat itu, pria itu menawarkan hp-nya untuk nelpon call centre soal kartu ATM tertelan. Di telpon itu, ayah saya ditanya nama lengkap dan tanggal lahir, tapi tidak tanya nomor PIN,” ujar Kiki.

“Pria itu kemudian menyuruh ayah saya untuk mencoba memasukan nomor PIN di ATM didampingi orang tidak dikenal itu, padahal kartunya tertelan. Namanya saja orang tua, ayah saya saat itu menurut saja. Tetap tidak bisa, ayah saya pasrah dan pulang,” tambah Kiki.

Pada Senin (21/1/2013), MY kemudian mengurus penggantian kartu baru di kantor cabang bank. Namun saat meminta print out transaksi rekeningnya, MY terkejut saldonya tersisa Rp 18.000.

“Ada Rp 74 juta yang berkurang dari rekening. Ayah saya kaget dan kemudian baru hari ini lapor ke polisi sambil membawa bukti-bukti print out dari bank,” terang Kiki.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Feby DP Hutagalung membenarkan laporan tersebut. Menurut dia, polisi telah memulai penyelidikan terkait raibnya uang korban.

“Benar, kita terima laporannya. Kita memulai penyelidikan terkait laporan itu,” kata Feby.

Antisipasi pasang air laut tagl 24 Januari?

Semua ini kan alam, tapi semua yg bisa kita lakukan, kita lakukan. Kemarin kita Udah bersurat juga ke BPPT agar dirong hujam tidak untuk mendorong hujan itu tdai ada taggal2 itu, jgn sampe pas hujan sangat deras pas air pasang, itu yg mau kita hindari Mungkin apa sehari dua hari buat bendungan raksasa? Gak mungkin, sehingga perlu rekayasa cuaca itu yg kita pilih.

Banjir rob antisipasinya?

Itu tadi saya sampaikan, rekayasa hujan minta bppt, itu yg akan kita lakukan. Kalo di sisi badan penahgghulanagn pencana,sehari dua hari kita brefing lagi betul2 siap, adsa skenarion satu dua, tiga, akan kita pake kelola situas yg aada jgn sampe kemarin jebolnya tanggul latuharhary yg memang diluar skenario.

Skenario disiapkan?

Ada plan a plan b, jgn ahanya eutiniytas basa, nnti kita ketemu, satu2 ada plan.

Sepanjang utaa banyak tanggul, banyak yg tidak kuat?
Liat saja, kita kesan kesuliutan, perkuat tanggul dua tiga hari gak mungkin. Ya itu tadi skneraio, rekayasa cuaca hujan, dan persiapkan diri kalo memang itu hujan.

Kalo yg katulampa, kebawah kan ketikaan bukit duri. Kalo dikatulampa jam brapa, bukit dukri jam berapa, itu udah ada. Untuk cuaca ekstim ini ada yg diluar skenario.

Ada persiapa, kalo banjit ttp datang, pompa, di daerah utara itu?

Pompa ada hanya enam yg portabel, kementerian ada. Tpi kalau air pasang dateng, ujan besar dateng. Kekuatan pompa seperti apa. Pompa yg bisa habiskan air dan buang ke laut ya hanya seperti yg di plui kemarin, karena kapasitas besar.

Makanya ketika ketemu presiden kita minta supaya pompa yg di marina, di pluit, tengah barat dan timur dipercepat, skrg pompa nya belum ada.  Kalo kita mau beli saja bisa dibeli, tapi kan. Perlu pndasi, perlu infrastuktur pipa lin, itu perlu waktu sampe 4 bulan.

++++


Latuharhary reklame itu kan ada 4. Sampingnya sebelah sana dua. Kalo itu ditanam, kemunginan besar, fondasi seprtiga ketinggian. Kedalamannya di cor sampe 14 meter. Yg kecil aja ada dua lagi pak?

Sudah saya perintahkan semua reklame yg ada ditanggul yg ada di tanggul itu di potong, dicopot, dimanapun. Tanggul itu gak boleh ada benda manapun selain tanggul (diatasnya). Karena kita konsentrtasi pecahkan di bawah, nnti saya copot semuanya. Kotrak urusan dinas. Keselamatan nmr 1.

100 hari pengalamannya gimana pak? Ada yg kurang?

Biasa saja, semua persoalan sama, jgn pikir saya liat seperti ini pusing? Ndak…yg paling penting, stiuap problem bisa diselesaikan sewcepatnya, blusukan ke kampung, lokasi lain, itu kita ingin mengetahui menggali permasalah yg ada dilapangan di masyarakat. Kita kan masuk ke kampung bukan aur- auran, kita udah lebih dulu survei kesana. Persoalan yg ada, kita datang kesana bisa gak selesaikan masalah.

Ketanah merah kita udah kesana beberapa kali.liat sekrag berjalan gak sekarang.

Kecil2 memang tpi kalo ga ditangani itu jadi persoalan besar, ditanah tinggi pompa rusak, kita kan hanya butuh semua diperbaiki. Kita mau buat rusun yg hidup.

Seperti di marunda, 26 hanya yg dipake 7, 19 klosetnya pintunya ilang- ilangan. Taun ini rampung, bisa langsung isi. Ini kegunaan kita liat ersoalan seperti itu. Kalo dikantor ngapain. Cuma tanda tangan doang paling, set jam rampung. Ngapain dikantor rapat juga ndak. Kita mau semua nya cepet. Prang itu liat persoalan riil. Kalo dikantor kejebak rutinitas. Tekan teken, kenapa gak diserahkan kebawah.

Kalo dibawah, riil, persoalan masyarakat banyak dibawah, saya mau policy saja.

Perlu waktu juga untuk pembangunan konsep di jkt untuk 5 tahun? Rpmjd sudah rampung, 6 bulan setelah dilantik selesai, itu aturannya.

Sudah, dipikir kita diem, malam garap maecem2. Rpjmd, semua kita garap. Malem untuk untuk enak mikir. Paling enak malem untuk mikir.

Masalah yg paling bikin pusing? Gak ada. Enteng semua, biasa saja. Masalah dikota saya 8 tahun biasa saja. Masalah dikota biasa saja. Gak ada pusingnya.
Ciyusss

Reario, waduknya akan diperbesar.

Di BMW di perbesar, kemudian di pondok ranggon itu dibeli lagi di gedein. Di daan mogot juga, di gedein. Direario kita beli sampe 800 ratusan.

Rusun marunda itu pemindahan warga dari waduk pluit?

Ya kalo warga mau, karena waduk itu mau kita perdalem, mau perlebar. Ya kalau mauuu, caranya? Diberi pengertiann.

Kalo pindah gimana?

Kalo mau permanen, ya rumah disanannya diilangin. Itu kan kanan kiri nya mau kita tanami, mangrove, bakau.

+++
Ada yg nilai turun kelapanagan karena gak percaya anak buah.

Saya dilapangan gak masalah, saya dari lapangan, telpon. Ini ada masalah. Selesaiakan. Saya hanya buka pintu aja, nanti yg masuk walikota. Kalo belum selesai ya saya turun lagi. Itu selalu kita delegasikan, ngapain saya selesaikan sendiri. Tpi untuk hal- hal yg penting sekali seperti yg dilatuharhari itu dari pagi saya tungguin, karena itu menyangkut warga yg ribuan banyaknya terkena imbas kalo itu gak rampung.

Penanggung jawab lokal di lokasi banjir siapa? Persoalan dilapanghan, masy dapet informasi, mereka harus lari kemana? Komando info nya siapa?

Ya kalau di dki kita. Kalo pembersiahan dinas kebersiahan, tapi ini keadaan darurat, segala kekuatan kita kerahkan semua. Kalo masy mau sesuatu untuk sedot yg ke damkar, kebersihan dinas kebersiahan.
(trq/trq)

Politik Uang Musuh Demokrasi

Pegiat Pemilu Bersih melakukan aksi kampanye

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK — Praktek politik uang dalam pemilu adalah salah satu perbuatan yang sering kali ditemukan. Ternyata pada Pemilu 2014 ini masyarakat sudah menganggap praktek politik uang adalah hal yang wajar.
 
Temuan itu didapat berdasarkan survei yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Berdasarkan hasil survei KPK ternyata sebanyak 71,72 persen masyarakat menganggap politik uang itu adalah wajar.

Kepala Kajian Kemiskinan dan Pembangunan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat–Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) Teguh Dartanto, menilai politik uang marak terjadi karena masyarakat banyak yang enggan untuk memilih calon anggota legislatif.

“Kurangnya kredibilitas caleg juga dipertimbangkan publik. Bagi masyarakat, daripada mereka memilih caleg secara tidak sukarela, lebih baik mereka menerima uang sebagai keuntungan ekonomi sesaat,” ujar Teguh, di Kampus UI, Depok, Kamis (20/3).
 
Teguh menambahkan, masyarakat banyak yang berpikir bahwa hak pilih itu merupakan aset. Sehingga daripada hak pilih diberikan secara cuma-cuma, maka mereka pilih untuk menjual hak suaranya.

“Cepat atau lambat, dengan meningkatnya pendidikan dan ekonomi, masyarakat juga menyadari politik uang itu tidak baik. Ini adalah proses demokrasi,” tandas Teguh.

Tweet
Share

TAGS
#politik uang
#kampanye politik
HOT SEARCH
#malaysia airlines
#tiPs
#gbk

Republika.co.id

Nasional | Hartati: 3 Surat Bupati Buol Tidak Ada Gunanya



Jakarta – Siti Hartati Murdaya membantah dakwaan jaksa penuntut umum yang mengaitkan tiga surat rekomendasi dari Bupati Buol Amran Batulipu untuk pengurusan ijin usaha perkebunan PT Hardaya Inti Plantation (HIP) dengan suap Rp 3 miliar yang didakwakan kepadanya. Tiga surat tersebut sama sekali tidak ada relevansinya.

Di dalam pledoinya, Hartati menjelaskan surat rekomendasi Amran perihal izin usaha perkebunan atas nama PT Cipta Cakra Murdaya, surat Amran kepada Kepala Badan Pertahanan Nasional perihal permohonan kebijakan hak guna usaha atas nama PT CCM. Juga ada surat Amran kepada Direktur PT Sebuku Inti Plantation, tidak dibutuhkan PT HIP.

“Dikarenakan PT HIP punya izin-izin lengkap, izin lokasi, izin usaha perkebunan. Saat ini PT HIP hanya menunggu klarifikasi BPN. Dengan demikian dapat dibuktikan ketiga surat bupati, tidak ada gunanya, tidak menciptakan hak atas lahan baru, tidak dapat digunakan oleh PT HIP karena bukan prasyarat untuk penerbitan HGU,” terang Hartati di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (21/1/2013).

“Keseluruhannya tidak ada kaitannya dengan sumbangan pilkada Bupati Buol,” tegas dia.

Hartati menerangkan, Amran berulang kali meminta sumbangan kepada dirinya. “Jika permintaan sumbangan tidak disetujui maka pabrik akan diganggu keamanannya,” ungkap Hartati tentang ‘ancaman’ dari Amran.

Untuk mencegah gangguan keamanan di pabrik, Hartati menyiapkan Rp 1 miliar sebagai dana corporate social responsibility (CSR). Tapi di dalam pelaksanaanya, dana tersebut kata Hartati diberikan ke Amran untuk sumbangan Pilkada oleh anak buahnya Totok Lestiyo.

“Saya tidak pernah memerintahkan atau memberi izin penyerahan uang kepada Amran. Dana Rp 1 miliar bukan untuk Amran, melainkan CSR,” ujar Hartati.

(fdn/lh)

Ramadhan Pohan: Tak ada politik uang di Kongres Partai Demokrat!

LENSAINDONESIA.COM: Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Anas Urbaningrum. Dalam pemeriksaan yang berlangsung lima jam lebih itu, ia dicecar penyidik terkait keterlibatan Anas di proyek Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Olahraga Nasional (P3 SON) di Bukit Hambalang, Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, dia menegaskan tidak ada politik uang selama perhelatan kongres yang menetapkan Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. “Dalam pengertian di penyidik, saya pun bersumpah, tidak ada politik uang pada saat
itu,” ujar Ramadhan di KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (25/10).

Baca juga: Ramadhan Pohan diperiksa KPK terkait Hambalang dan Demokrat berharap Marzuki Alie beri keterangan yang benar pada KPK

Terkait dugaan aliran dana Hambalang yang mengalir ke kubu Anas pada kongres tersebut, dia mengaku tidak mengetahui hal itu. Pasalnya, saat itu dia merupakan tim sukses Andi Alfian Mallarangeng. “Yang menyangkut kubu dari Pak Marzuki Alie dan Anas, saya terus terang kepada kawan-kawan media di sini, sama jawaban saya dengan penyidik yang meminta keterangan tadi. Saya tidak tahu apa yang dilakukan oleh tim Marzuki Alie dan Anas, karena saya sepenuh-penuhnya, memang tidak tahu,” terangnya.

Dalam perkara penerimaan gratifikasi terkait proyek Hambalang yang merugikan negara senilai Rp2,5 triliun itu, KPK telah menetapkan Anas selaku anggota DPR RI sebagai tersangka pada Februari 2013. Salah satu dugaan penerimaan gratifikasi Anas adalah mobil Toyota Harier.

Sementara, untuk kasus korupsi P3 SON Hambalang sendiri, lembaga besutan Abraham Samad ini telah menetapkan tiga tersangka, yaitu mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng, mantan Kepala Biro Rumah Tangga dan Keuangan Kemenpora Deddy Kusdinar, serta Ketua Kerjasama Operasi Hambalang Adhi-Wika, Teuku Bagus Muhammad Noer. @rizky

alexa

ComScore
Quantcast

counter customisable

Google Analytics NOscript

lensaindonesia.com