Sadar Partai Baru, NasDem Enggan Bicara Capres

Sadar Partai Baru, NasDem Enggan Bicara Capres

Headline

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh – Inilah.com/Wirasatria

inilah.com, Jakarta – Sadar sebagai partai politik (parpol) baru peserta Pemilihan Umum (Pemilu), Partai Nasional Demokrat (NasDem) tidak mau terburu-buru menetapkan calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 nanti.

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh mengatakan, partainya belum membahas soal Capres.

“Mengenai pencapresan, partai ini ingin berikan etika partai, dimana akan memberikan pendidikan politik yang lebih bermanfaat,” kata Paloh, dalam keterangan persnya di JCC, Senayan Jakarta, Jumat (25/1/2013).

Lebih lanjut dia mengatakan, Partai NasDem baru akan fokus bicara Capres setelah hasil perolehan suara dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) keluar. Sebab, kata Paloh, sepak terjang partai tersebut belum teruji.

“Terkait pencapresan bagaimanapun sistem Pemilu kita ada dua tahap, Pileg dan Pilpres. Nasdem sadar partai baru, dia harus melihat sejauh mana pilihan partai ini, perolehan kursinya dari Pileg itu sendiri,” jelas Paloh.

Selain itu, dalam penetapan capres nanti, parpol nomor 1 peserta Pemilu itu akan melibatkan pers guna menilai tokoh yang dianggap layak untuk maju. “Kemudian kita akan runding dengan pers, bagaimana ini yang baik tokoh-tokohnya,” ucapnya. [gus]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Paus Sebut Media Sosial Sebagai Portal Kebenaran

    Paus Sebut Media Sosial Sebagai Portal Kebenaran

  • Casillas Ditimpa Cedera, Xavi Merasa Prihatin

    Casillas Ditimpa Cedera, Xavi Merasa Prihatin

Ruhut: Siapa Lagi Kalau Bukan yang Sering Disebut Nazar

Ruhut: Siapa Lagi Kalau Bukan yang Sering Disebut Nazar


Jakarta: Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyatakan aksi pengusiran dirinya dari arena Silatnas Partai Demokrat di Bogor, Jawa Barat, karena orang-orang yang tidak suka dengan dirinya gerah dengan keberadaannya. Orang-orang itu makin geram justru ketika dirinya yang menjadi pusat perhatian. Apalagi saat wartawan mengerubunginya untuk diwawancara. “Mereka melihat, kok, bukan tokoh-tokoh yang disanjung yang diwawancara. Apa-apa Bang Ruhut saja gitu kan,” kata dia santai saat diwawancara langsung Metro TV, Jakarta, Jumat (14/12) petang. Ketika ditanya siapa tokoh-tokoh yang mereka sanjung, Ruhut bilang siapa lagi kalau bukan yang sering disebut mantan Bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. “Nazar beberapa kali bilang si A itu otak ini semua,” kata Ruhut. Ruhut menyebut si A yang dimaksud adalah Anas Urbaninggrum. “Biasalah ada beberapa badutnya menjerit-jerit, kita ketawa ajalah,” ujarnya. Ruhut dipecat dari posisinya sebagai salah satu ketua DPP Partai Demokrat. Ia sebelumnya mengaku dipecat karena sering meminta Anas mundur Menurutnya, aksinya meminta Anas mundur untuk mengembalikan citra partai yang terpuruk karena sejumlah kader Partai Demokrat yang tersangkut kasus korupsi. “Legowo mundur sementara. Manakala jadi tersangka dimundurkan, bagaimana citra partai kita nanti,” katanya. Ia juga mengungkapkan kedekatan Anas dengan Nazar sebelum Nazar menjadi terduga beragam kasus korupsi hingga suap yang menghebohkan Tanah Air. Anas dan Nazar seperti prangko

NasDem Persilakan Gelar Kongres Tandingan

NasDem Persilakan Gelar Kongres Tandingan

Headline

IST

inilah.com, Jakarta – Beberapa pengurus daerah Partai Nasional Demokrat (NasDem) tidak turut serta dalam kongres. Salah satunya adalah pengurus Partai NasDem Cimahi, Jawa Barat. Alasannya, karena tidak setuju pengukuhan Surya Paloh sebagai Ketua Umum Partai NasDem.

Menanggapi hal itu, anggota Dewan Pembina (Wanbin) Partai NasDem, Endriartono Sutarto, mengatakan seluruh pengurus daerah diwajibkan untuk ikut serta sebagai peserta kongres yang akan digelar di Jakarta Convention Center, Jumat (25/1/2013) malam.

NasDem tidak keberatan jika beberapa pengurus daerah di Jawa Barat tidak hadir dalam kongres. Kongres tandingan tidak akan menghalangi penetapan Surya Paloh sebagai ketua umum NasDem yang baru.

“Silakan saja, tidak masalah. Jabar bukan tandingan, kita kan nasional,” tegas Sutarto, ketika dihubungi inilah.com, Jakarta, Jumat (25/1/2013).

Partai NasDem akan mengukuhkan Surya Paloh sebagai ketum partai tersebut melalui kongres yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat dan Sabtu, 25 & 26 Januari 2013.

Beberapa pengurus daerah menyatakan siap menggelar kongres tandingan. Mereka memilih menggelar kongres sendiri bersama simpatisan dan tokoh Nasdem se-Jawa Barat.

“Dimulai dengan doa istighasah, shalat Jumat dan pernyataan sikap di kantor Partai Nasdem Cimahi. Agenda utamanya kita akan sampaikan pernyataan sikap sebagai wujud aspirasi dari masyarakat dan pengurus serta tokoh-tokoh itu,” ujar Ketua DPD Partai Nasdem Kota Cimahi, Jawa Barat, Asep Taryana saat dihubungi, Kamis(24/1/2013). [rok]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Inilah 10 Alasan BlackBerry 10 Bisa Selamatkan RIM

    Inilah 10 Alasan BlackBerry 10 Bisa Selamatkan RIM

  • Aceng Fikri, Sudahlah!

    Aceng Fikri, Sudahlah!

Surya Paloh: Bangsa Ini Sakit

Surya Paloh: Bangsa Ini Sakit


Uploaded by www.indonology.com. Serang Indonesia merupakan bangsa yang sakit. Untuk mengobati bangsa yang sakit itu dibutuhkan pemikiran yang bisa merubah sesuai tuntutan zaman. Perubahan tidak bisa dilakukan secara emosional seolah-olah bisa dilakukan semalam atau secara instant. Hal itu dikatakan Ketua Majelis Partai Nasdem Surya Paloh saat meresmikan Gedung Restorasi Partai Nasdem Provinsi Banten di Serang, Banten, Sabtu (7/4). Menurut Surya Paloh, perubahan sejati harus dilakukan dengan berbagai upaya dan melalui proses berkelanjutan. Pada bagian lain, Surya Paloh mengkritik tingkah sejumlah tokoh yang menganjurkan sesuatu. Hidup sederhana dan perilaku tidak korup misalnya. “Kalau ingin melakukan hidup sederhana, berikanlah contoh. Kalau ingin menyatakan tidak korupsi, lakukanlah tidak koruopsi. Lakukanlah dengan keteladanan,” kata Surya Paloh.

Nasional | PKS Pelajari Tokoh Nasional untuk Dicapreskan

PKS Pelajari Tokoh Nasional untuk Dicapreskan

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq.

,TANJUNG PINANG–Partai Keadilan Sejahtera saat ini sedang mempelajari dan menilai tokoh-tokoh nasional yang dianggap layak sebagai calon presiden, termasuk Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan.

“Bukan hanya Dahlan Iskan, tetapi semua tokoh nasional kami pelajari dan kami nilai, termasuk yang sudah mendeklarasikan diri,” kata Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq usai menghadiri Safari Dakwah PKS Wilayah Sumatera di Lapangan Pamedan, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Kamis.

Penilaian tersebut, menurut Luthfi, meliputi rekam jejak, integritas, dan aspek lain yang menjadi syarat utama calon pemimpin bangsa.

Luthfi mengatakan, komunikasi politik terus dibangun dengan sejumlah tokoh tersebut, meski sikap partai akan ditentukan setelah Pemilu 2014. “Usai Pemilu 2014 baru bicara masalah pimpinan nasional atau presiden,” ujarnya.

Luthfi enggan menyebutkan beberapa nama yang sudah menjalin komunikasi politik dengan PKS.
“Nama-nama tokoh itu ‘kan bisa anda lihat sendiri di media, termasuk yang mendeklarasikan diri,” katanya.

Sementara untuk target perolehan suara PKS dalam Pemilu 2014, Luthfi menyebutkan partainya tidak menargetkan angka tetapi menargetkan masuk tiga besar perolehan suara secara nasional.

“Bukan hanya di nomor tiga, bisa nomor dua bahkan nomor satu sekalian,” ujarnya.

PKB Gaet Ani Yudhoyono Sebagai Capres 2014.FLV

PKB Gaet Ani Yudhoyono Sebagai Capres 2014.FLV


-Jakarta: Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengklaim telah menyiapkan tujuh nama calon presiden yang akan diusung dalam pemilihan presiden 2014. Salah satu tokoh yang dibidik adalah Ani Yudhoyono, istri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sekretaris Jenderal PKB Imam Nahrawi mengatakan, empat dari tujuh nama yang disiapkan masih dirahasiakan. Tiga lainnya adalah Ibu Negara, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md, dan pedangdut Rhoma Irama. Imam menambahkan, PKB akan mengumumkan empat nama capres lainnya bertahap. Yang terang, keempat nama itu masih jadi perbincangan di internal PKB. Nantinya, dari tujuh nama akan mengkerucut lewat mekanisme resmi musyawarah pimpinan. Penentuannya didasari pertimbangan objektivitas dari ketertarikan masyarakat. PKB mengaku masih membuka peluang nama capres dari berbagai kalangan dan tidak eksklusif dari internal PKB. Bagi PKB, kriteria capres adalah sosok pemimpin yang memiliki integritas dan bernyali besar mengangkat Indonesia dari keterpurukan bangsa.(Wrt1)

Nasional | Menakar Tokoh NasDem yang Idealis untuk Jadi Capres



Jakarta – Kekuatan politik Partai Nasional Demokrat (NasDem) sebagai satu-satunya parpol baru yang lolos sebagai peserta pemilu 2014, memang tak bisa dinilai kecil meski tengah dilanda konflik internal. Partai NasDem, setelah mengukuhkan Surya Paloh sebagai ketua umum, akan melangkah menentukan capres atau cawapres. Siapa yang layak?

Partai Nasdem setidaknya memiliki 2 nama yang selama ini diisukan akan menjadi capres, yaitu Surya Paloh dan Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto.

Surya Paloh sejak mendirikan Partai NasDem memang sangat berambisi untuk memastikan memiliki kendali penuh atas partai, salah satunya dengan pengukuhan dirinya sebagai ketua umum. Namun nama Endriartono Sutarto juga tak dianggap remeh. Salah satu alasan Endriartono masuk NasDem adalah mendapatkan cukup kekuatan politik untuk memperbaiki Indoesia.

“Tergantung nawaitu (niat) masing-masing tokohnya ingin dicapreskan atau dicawapreskan, karena kalau tidak mendapat porsinya bisa-bisa malah hengkang. Dan akhirnya kita bisa membaca dengan kasat mata bahwa itu nafsu syahwat politik para tokoh masing-masing,” kata pengamat politik dari LIPI, Prof Siti Zuhro kepada detikcom, Kamis (24/1/2013).

Menurutnya, ambisi untuk menjadi capres atau cawapres tidak bisa dengan hanya ambisi atau hitung-hitungan politik di internal bahwa ia diusung oleh partai, namun jauh lebih penting adalah idealisme dan konsep memperbaiki dan membangun negara Indonesia.

“Bagaimana ingin menjadi tokoh nomor 1 di Indonesia atau nomor 2 jika tidak ada jiwa yang tulus, idealisme yang tinggi. Di saat negara sedang terpuruk, Jika memiliki idealisme, maka di situ dia ada jiwanya,” ucapnya.

Lebih dari itu, Siti Zuhro menuturkan entah Surya Paloh atau Endriartono yang akan dicapreskan, tetapi pengakuan publik kepada bakal capres tak bisa diabaikan. Bahwa keduanya tokoh NasDem bisa jadi benar, tetapi apakah ketokohan itu diakui atau mendapat legitimasi publik masih perlu diuji.

“Karena tokoh sebenarnya tidak perlu dia menokohkan diri, tapi diakui ketokohannya oleh publik. Oleh karenanya siapapun yang tidak ditokohkan oleh publik jangan memaksakan seolah dirinya tokoh,” ungkapnya.

(bal/rmd)