Dua Destinasi Wisata NTB Dikembangkan untuk Kawasan Asia Tenggara

Pulau Lombok

REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA – Forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) menjadi momen penting bagi Indonesia untuk menggandeng investasi-investasi baru di sektor pariwisata berbasis lingkungan (ekowisata). Konferensi Tri Hita Karana memperluas kesempatan untuk dua destinasi wisata di Lombok dan Sumbawa untuk dikembangkan dalam proyek ekowisata untuk regional Asia Tenggara.

“Setidaknya ada dua lokasi di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sedang dikembangkan untuk menjadi eco region di kawasan Asia Tenggara,” kata Direktur Eksekutif Eco Region Indonesia, organisasi pengembang master plan pariwisata, John Higson di Nusa Dua, Bali, Ahad (6/10).

Kedua eco region NTB itu berlokasi di utara dan selatan NTB, yaitu Eco Region Tanjung Ringgit di Lombok, dan Eco Region Pulau Delapan. Higson mengatakan rencana induk (master plan) untuk Eco Region Tanjung Ringgit sudah selesai, sedangkan Pulau Delapan masih dalam tahap pengembangan.

Landasan pengembangan untuk kedua wilayah ini adalah pembangunan berkelanjutan dengan infrastruktur hijau. Bersama masyarakat dan investor, kedua wilayah yang tempatnya sangat indah ini akan segera dibuat ground breaking. Setidaknya, ada 10 pantai yang potensial memobilisasi ekonomi kawasan. Kawasan pertanian dan perikanan masyarakat setempat yang berkelanjutan menjadi wisata pendukung.

Higson mengakui tak mudah untuk berinvestasi pariwisata di Indonesia disebabkan panjangnya proses negosiasi di negara ini. Ia mencontohkan Swedia awalnya menghadapi permasalah serupa, namun terselesaikan setelah pemerintah berkomitmen membuat Undang-Undang (UU) Ekowisata.

“Jika Indonesia mengadopsi hal yang sama, dengan memiliki UU Ekowisata, maka permasalahan wisata berkelanjutan akan sejalan dengan industri lokal, serta mendorong banyak manfaat bagi masyarakat,” papar Higson.

google.co.id

Dua gedung pabrik sepatu terbesar di Asia Tenggara ludes terbakar

(ANTARA News) – Dua gedung pabrik milik PT Nikomas Gemilang, yang disebut-sebut perusahaan pabrik sepatu terbesar di Asia Tenggara, di Jalan Raya Serang- Jakarta tepatnya di Desa Cijeruk, Kabupaten Serang, Banten, kembali ludes terbakar pada Kamis dini hari, sekitar pukul 02.30 WIB.

Peristiwa kebakaran di pabrik sepatu yang berlokasi di Kecamatan Kibin itu terjadi untuk kedua kalinya setelah sebelumnya pada Senin (8/7) malam dan menyebabkan lima bangunan habis dilahap sijago merah.

Beruntung dalam kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa, dan belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran pabrik tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun yakni api diperkirakan berasal dari gedung Nomor 18 yang terus membesar sehingga menyebar pada gedung Nomor 19.

Hingga kini belum diketahui kerugian yang dialami akibat terbakarnya dua gedung tersebut di areal pabrik yang memiliki luas lahan 160 hektare.

“Untuk gedung Nomor 19 hancur ambruk hampir rata dengan tanah. Saya juga saat ini sedang berada di lokasi masih berupaya memadamkan api yang yang masih besar,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Operasional pada Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Serang Holil saat di hubungi melaui sambungan selulernya.

Ia menjelaskan untuk mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan saat ini sebanyak sembilan unit. Kesembilan unit Damkar tersebut dari Pemerintah Kabupaten Serang dua unit, Pandeglang satu unit, Pemerintah Kota Cilegon satu unit, dan unit mobil water cannon dari Mapolres dan Mapolda Banten.

“Kemudian satu unit milik PT Nikomas dan satu unit milik PT Modern Cikande. Api baru bisa dipadam sekitar pukul 06:00 WIB, namun saat inipun masih adanya api meski kecil,” terang Holil seraya menambahkan petugas dari Mapolres dan Mapolda Banten sudah berada di lokasi

Hingga saat ini pihak PT Nikomas Gemilang belum bisa dihubungi untuk diminta keterangannya berapa kerugian yang dialami akibat dua gedung tersebut ludes terbakar. Diperkirakan peristiwa naas itu menimbulkan kerugian hingga miliaran rupiah.

google.co.id

Ada Pelanggaran, Pilkada Maluku Tenggara Diundur Senin

Pilkada (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, LANGGUR — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Tenggara akhirnya memutuskan pilkada Bupati dan Wabub setempat yang mengalami penundaan akan diselenggarakan pada 17 Juni 2013.

“Pemungutan suara akan berlangsung 17 Juni 2013. Ini keputusan bersama antara KPU, Panwas, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara serta DPRD, setelah pertemuan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku Tenggara, Kamis (13/6),” kata Ketua KPU Maluku Tenggara Joppy Renjaan di Langgur, Sabtu (15/6).

Ia menyatakan keputusan itu mendapat persetujuan dan dukungan penuh dari Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, Ketua KPU Maluku Idrus Tatuhey, serta Ketua Panwas Maluku Dumas Manery, pada Jumat (14/6) malam. Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara periode 2013 – 2018 seharusnya berlangsung 11 Juni lalu, namun harus ditunda setelah ditemukan kasus pembukaan kotak suara pada malam sebelum hari pencoblosan.

Menurut Jopy Renjaan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan enam pasangan calon Bupati – Wakil Bupati pada Jumat siang untuk menyampaikan keputusan jadwal pemungutan suara yang akan berlangsung pada Senin (17/6). Selain itu, membicarakan penyelesaian berbagai kecurangan yang terjadi sehingga menyebabkan penundaan pemilihan yang seharusnya berlangsung bersamaan dengan pilkada gubernur serta pilkada Kota Tual pada 11 Juni.

“Memang ada empat pasangan yang menyatakan keberatan dan menolak pemilihan berlangsung pada 17 Juni 2013, dengan alasan berbagai temuan pelanggaran harus diselesaikan terlebih dahulu,” katanya. Tetapi, lanjutnya, keputusan disetujui Forkopimda dan telah mendapatkan persetujuan KPU Maluku serta Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah.

google.co.id